PONTIANAK POST - Apple dikabarkan menyiapkan strategi baru untuk menjaga keuntungan bisnis iPhone di tengah kenaikan biaya komponen global.
Perusahaan teknologi asal Cupertino itu disebut akan mempertahankan harga awal iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, meski ongkos produksi serta harga memori terus meningkat.
Laporan Pune Times Mirror menyebut harga iPhone 18 Pro diperkirakan tetap berada di kisaran Rp17,7 juta, sementara iPhone 18 Pro Max dipatok di kisaran Rp19,3 juta.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Disebut Lampaui 240 Gram, Apple Sengaja Tambah Bobot Demi Fitur Premium
Strategi ini dinilai agresif karena Apple memilih menahan harga model dasar, tetapi berpotensi menaikkan banderol pada varian penyimpanan lebih besar.
Kebijakan tersebut diyakini bukan sekadar menjaga daya beli konsumen, melainkan bagian dari langkah Apple untuk mendorong pengguna naik ke lini premium.
Apalagi, iPhone 18 versi reguler disebut baru akan meluncur pada awal 2027, menciptakan celah waktu sekitar enam bulan yang membuat pasar hanya memiliki opsi iPhone 18 Pro atau iPhone 17 sebagai model terbaru.
Penundaan iPhone 18 reguler itu dinilai menguntungkan Apple karena memperpanjang masa penjualan iPhone 17 yang saat ini masih tampil kuat di pasar global.
Berdasarkan data Counterpoint Research yang dikutip sumber tersebut, iPhone 17 menjadi smartphone terlaris dunia pada kuartal pertama 2026 dengan kontribusi sekitar 6 persen dari total penjualan global.
Dengan umur perangkat yang lebih lama saat iPhone 18 Pro hadir nanti, biaya produksi iPhone 17 diperkirakan sudah jauh lebih rendah.
Hal itu memungkinkan Apple tetap memperoleh margin besar meski perangkat dijual melalui berbagai promo dan diskon pasar.
Pengamat industri juga menilai strategi peluncuran dua gelombang bakal menjadi pola baru Apple.
iPhone 18 Pro dan Pro Max diprediksi tetap hadir pada September 2026, sedangkan iPhone 18 reguler bersama varian iPhone 18e kemungkinan dirilis pada musim semi 2027.
Langkah tersebut membuat pemasukan Apple lebih merata sepanjang tahun dan tidak lagi hanya bergantung pada penjualan besar saat September.
Baca Juga: iPhone 17e Soft Pink Resmi Masuk Pasar Indonesia, Warna Baru Apple Ini Langsung Bikin Kepincut
Selain itu, Apple juga dapat menjaga citra premium lini Pro sambil mempertahankan pengguna kelas menengah lewat iPhone reguler dan seri “e”.
Di sisi lain, Apple disebut ingin memperkuat posisi iPhone 18 Pro sebagai perangkat utama untuk fitur Apple Intelligence dan teknologi premium terbaru.
Strategi harga yang tetap stabil dianggap dapat membuat konsumen merasa memperoleh peningkatan fitur tanpa harus menghadapi lonjakan harga seperti yang mulai dilakukan sejumlah produsen Android flagship.
Hingga kini Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran maupun harga iPhone 18 series.
Namun berbagai bocoran industri menyebut perubahan strategi tersebut sudah mulai disiapkan untuk siklus produk 2026-2027.(*)
Editor : Budi Miank