PONTIANAK POST - Samsung dikabarkan mengambil langkah berani untuk lini ponsel lipat terbarunya dengan menghapus kamera telephoto pada varian Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide.
Kebijakan tersebut disebut menjadi bagian dari strategi Samsung untuk menghadirkan opsi foldable yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Menurut laporan Geeky Gadgets, Samsung akan meluncurkan dua perangkat sekaligus pada Juli 2026, yakni Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Wide.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bakal Rilis Juli 2026, HP Lipat Tipis dengan Kacamata Pintar AI
Varian reguler tetap hadir sebagai model flagship premium, sementara Fold 8 Wide diposisikan sebagai alternatif dengan fitur yang lebih disederhanakan.
Perbedaan paling mencolok ada pada sektor kamera. Galaxy Z Fold 8 tetap dibekali sistem tiga kamera lengkap yang terdiri dari lensa wide, ultra-wide, dan telephoto.
Sebaliknya, Galaxy Z Fold 8 Wide hanya menggunakan konfigurasi dual-camera tanpa lensa telephoto, sehingga kemampuan optical zoom dipastikan berkurang.
Galaxy Z Fold 8 dikabarkan tetap mempertahankan kemampuan perekaman video hingga resolusi 8K 30fps, lengkap dengan fitur autofocus dan optical stabilization untuk menghasilkan kualitas gambar lebih stabil.
Perangkat ini juga disebut membawa layar lipat resolusi tinggi dan chipset premium khas flagship Samsung.
Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 Wide hadir dengan pendekatan berbeda. Samsung memasang kamera utama 50MP dengan bukaan F1.8 serta kamera ultra-wide 50MP F1.9.
Meski kehilangan lensa telephoto, perangkat ini tetap mendukung perekaman video 8K 30fps dan fitur autofocus.
Samsung juga membekali Fold 8 Wide dengan dua kamera selfie 10MP yang ditempatkan di layar luar dan layar utama bagian dalam.
Konsep tersebut ditujukan untuk pengguna yang lebih mengutamakan fungsi praktis dibanding fitur fotografi profesional.
Nama “Wide” sendiri merujuk pada desain perangkat yang disebut memiliki dimensi lebih lebar dan ergonomis dibanding generasi sebelumnya.
Samsung juga dikabarkan menyiapkan warna hijau gelap eksklusif untuk membedakan model ini dari varian Fold 8 reguler.
Langkah Samsung memang dinilai cukup berisiko. Pasalnya, hilangnya kamera telephoto bisa menjadi kekurangan besar bagi pengguna yang gemar fotografi jarak jauh atau membutuhkan optical zoom untuk kebutuhan konten.
Namun di sisi lain, Samsung diyakini ingin memperluas pasar ponsel lipat dengan menawarkan harga lebih rendah.
Sebagai gambaran, Galaxy Z Fold 8 diperkirakan tetap bermain di segmen premium dengan banderol di atas US$1.500 atau sekitar Rp24,3 juta.
Sementara Galaxy Z Fold 8 Wide diprediksi hadir lebih murah meski belum ada angka resmi yang diumumkan.
Jika selisih harga kedua perangkat terlalu tipis, konsumen kemungkinan lebih memilih Galaxy Z Fold 8 standar karena menawarkan fitur kamera lebih lengkap.
Karena itu, strategi harga bakal menjadi faktor penting dalam menentukan kesuksesan Fold 8 Wide di pasar.
Samsung melalui pendekatan dua model ini tampaknya tengah menguji prioritas konsumen di pasar foldable, apakah pengguna lebih mementingkan fitur kamera lengkap atau harga yang lebih terjangkau.(*)
Editor : Budi Miank