Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Galaxy S26 Plus Makin Terjepit, Selisih Harga Tipis Bikin Konsumen Langsung Melirik Versi Ultra

Budi Miank • Senin, 1 Juni 2026 | 10:33 WIB
Render konsep Galaxy S27 Ultra menunjukkan desain camera bar horizontal yang berbeda dari generasi sebelumnya. (Dok. Samsung)
Galaxy S26 Ultra menjadi model flagship Samsung yang paling diminati konsumen pada 2026. (Dok. Samsung)

PONTIANAKPOST - Samsung dinilai perlu meninjau kembali strategi lini flagship Galaxy S setelah tren penjualan menunjukkan model premium Galaxy S26 Ultra lebih diminati dibandingkan Galaxy S26 dan Galaxy S26+. 

Fenomena yang terjadi sepanjang beberapa tahun terakhir itu memperlihatkan konsumen cenderung memilih perangkat terbaik meski harus membayar lebih mahal, sementara model di segmen tengah semakin kehilangan identitas di pasar.

Laporan SamMobile menyebut dominasi Galaxy S26 Ultra menimbulkan pertanyaan mengenai relevansi keberadaan tiga varian Galaxy S yang dirilis setiap tahun. 

Baca Juga: Jelang 20 Tahun iPhone, Apple Bikin iPhone 20 Pro Max Tampil Tanpa Lubang Kamera yang Futuristik

Konsumen disebut semakin terpolarisasi antara membeli model paling premium atau memilih perangkat yang menawarkan nilai terbaik dengan harga lebih terjangkau.

Menurut analisis SamMobile, volume pengiriman Samsung secara global masih banyak ditopang oleh seri Galaxy A di segmen entry-level dan menengah. 

Sementara di kelas premium, penjualan didominasi oleh Galaxy S Ultra dan ponsel lipat Galaxy Z Fold.

Kondisi tersebut diperkuat oleh perkembangan signifikan seri Galaxy A dalam beberapa tahun terakhir. 

Baca Juga: Warna Baru Cherry Muncul di Bocoran iPhone 18 Pro, Ini Deretan Perubahan yang Dibawa Apple

Perangkat kelas menengah Samsung kini hadir dengan spesifikasi yang lebih kompetitif, kapasitas baterai besar, dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun, serta sejumlah fitur Galaxy AI yang sebelumnya identik dengan perangkat flagship.

Di sisi lain, Samsung terus memosisikan Galaxy S26 Ultra sebagai perangkat terbaik dalam jajaran Galaxy S. 

Model tersebut dibekali kamera unggulan, fitur kecerdasan buatan lebih lengkap, baterai yang lebih baik, serta chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, sementara Galaxy S26 dan Galaxy S26+ menggunakan Exynos 2600.

Perbedaan harga antara Galaxy S26+ dan Galaxy S26 Ultra juga dinilai tidak terlalu lebar. 

Galaxy S26+ dibanderol Rp17,9 juta, sedangkan Galaxy S26 Ultra dijual Rp21,2 juta.

Dengan selisih sekitar Rp3,3 juta, konsumen mendapatkan tambahan fitur seperti S Pen, kemampuan zoom kamera yang lebih baik, layar lebih besar, serta pengalaman Galaxy AI yang lebih lengkap. 

Baca Juga: Bocoran Terbaru iPhone 18 Pro Ungkap Fitur Langka yang Selama Ini Hanya Ada di Kamera Profesional

Situasi ini membuat Galaxy S26+ dianggap sulit keluar dari bayang-bayang Galaxy S26 Ultra.

SamMobile mengungkapkan Samsung sebelumnya sempat mempertimbangkan penghapusan varian Plus. 

Perusahaan bahkan mencoba menguji pasar melalui kehadiran Galaxy S25 Edge yang diposisikan sebagai alternatif baru. 

Namun, penjualan model tersebut dilaporkan tidak memenuhi ekspektasi sehingga Samsung kembali mempertahankan format lama dengan tiga varian utama.

Baca Juga: Bocoran Galaxy S27 Ultra Mengejutkan, Kamera 200MP Baru dan Baterai Empat Kali Lipat Disiapkan

Media tersebut juga menilai diferensiasi antar-model Galaxy S saat ini masih kurang jelas. 

Galaxy S26 reguler dianggap hanya menjadi versi lebih kecil dari Galaxy S26+, sementara Galaxy S26+ dipersepsikan sebagai versi yang lebih rendah dibanding Galaxy S26 Ultra.

Seiring harga smartphone premium yang terus meningkat, konsumen disebut semakin terdorong ke dua pilihan ekstrem, yakni membeli model terbaik dengan harga tinggi atau memilih perangkat yang menawarkan nilai paling optimal.(*)

Editor : Budi Miank
#Samsung Galaxy S26 Ultra #Galaxy S26 Plus #flagship