PONTIANAK POST - Ambisi Apple memasuki pasar ponsel lipat melalui iPhone Ultra mulai terungkap.
Meski diproyeksikan menjadi salah satu perangkat paling premium yang pernah dibuat perusahaan, bocoran terbaru menyebut iPhone Ultra tidak akan dibekali teknologi layar OLED paling mutakhir milik Samsung.
Informasi yang beredar menunjukkan Apple memilih panel OLED Samsung M14 untuk iPhone Ultra, sementara panel generasi terbaru M16 justru disiapkan untuk lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Baca Juga: Galaxy Z Fold 8 Siap Meluncur Juli 2026, Samsung Usung Desain Tipis dan Layar Minim Lipatan
Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan karena iPhone Ultra digadang-gadang menjadi produk lipat pertama Apple yang akan bersaing langsung di segmen premium.
Laporan yang mengutip pembocor teknologi Schrödinger menyebut konfigurasi layar untuk generasi iPhone mendatang telah ditetapkan Apple.
Meski OLED M14 masih menawarkan kualitas visual tinggi dengan tingkat kecerahan, akurasi warna, dan efisiensi daya yang mumpuni, panel M16 disebut membawa peningkatan teknologi yang lebih signifikan.
Samsung dikabarkan mengembangkan M16 menggunakan material emisi biru fosforesen yang lebih efisien dibandingkan teknologi fluoresen konvensional.
Baca Juga: Bobot Galaxy Z Fold 8 Wide Hanya 201 Gram, Jadi Foldable Samsung Paling Ringan
Pendekatan ini memungkinkan konsumsi daya lebih rendah sekaligus memperpanjang masa pakai baterai.
Selain itu, panel M16 disebut mendukung reproduksi warna 10-bit asli yang menghasilkan gradasi lebih halus, cakupan warna lebih luas, serta performa HDR yang lebih baik.
Keputusan Apple tidak menyematkan M16 pada iPhone Ultra dinilai mengejutkan karena perangkat tersebut diperkirakan menjadi iPhone termahal yang pernah diproduksi perusahaan asal Cupertino itu.
Sejumlah analis industri menilai keputusan tersebut kemungkinan berkaitan dengan biaya produksi, keterbatasan pasokan panel, atau tantangan teknis yang muncul pada desain layar lipat.
Meski demikian, iPhone Ultra disebut akan mendapatkan peningkatan signifikan di sektor performa melalui kehadiran sistem pendingin vapor chamber.
Teknologi ini telah lama digunakan pada smartphone Android kelas atas untuk membantu menyebarkan panas secara lebih merata dan menjaga performa perangkat tetap stabil saat menjalankan tugas berat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Upgrade, iPhone 18 Pro Max Bakal Punya Fitur Kamera yang Selama Ini Dinanti
Dengan mekanisme tersebut, panas dari prosesor dapat dialirkan ke area yang lebih luas sehingga risiko penurunan performa akibat suhu berlebih dapat diminimalkan.
Kehadiran vapor chamber dianggap penting mengingat perangkat lipat memiliki ruang internal yang lebih terbatas dibandingkan smartphone konvensional.
Apple disebut ingin memastikan iPhone Ultra mampu menangani beban kerja berat seperti kecerdasan buatan (AI), gaming, serta produksi konten dalam jangka panjang.
Namun untuk mewujudkan desain lipat yang tipis dan mekanisme engsel yang kompleks, Apple diyakini harus mengorbankan sejumlah fitur yang selama ini menjadi ciri khas iPhone premium.
Baca Juga: Apple Akhirnya Takluk pada Samsung? iPhone Ultra Bocor Pakai Teknologi Pendingin Kelas Gaming
Beberapa laporan menyebut iPhone Ultra kemungkinan akan menggunakan sistem Face ID yang lebih sederhana, menghilangkan kamera telefoto, meniadakan dukungan MagSafe, serta menghapus slot kartu SIM fisik di lebih banyak pasar.
Selain itu, tombol Action Button yang saat ini tersedia pada model Pro juga dikabarkan berpotensi tidak hadir pada perangkat lipat tersebut.
Pembocor terkenal Ice Universe baru-baru ini membagikan gambar prototipe yang disebut sebagai iPhone Ultra. Perangkat itu diklaim hanya akan tersedia dalam dua pilihan warna, yakni putih dan biru tua.(*)
Editor : Budi Miank