PONTIANAK POST - Samsung diperkirakan akan menghadapi tekanan baru di pasar ponsel lipat pada 2026 seiring rencana masuknya Apple ke segmen tersebut melalui iPhone Ultra.
Laporan ZDNet Korea menyebut Samsung telah memangkas target pengiriman seri Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 menjadi sekitar 5 hingga 6 juta unit tahun ini, lebih rendah dibandingkan realisasi sekitar 6 juta unit pada tahun sebelumnya.
Penurunan target itu terjadi ketika persaingan di pasar ponsel lipat semakin ketat.
Baca Juga: Apple Diingatkan Jangan Kebablasan, Kamera iPhone 18 Pro Dinilai Tak Perlu Bikin Harga Meledak
Setelah bertahun-tahun mendominasi kategori tersebut, Samsung kini harus menghadapi berbagai produsen yang ikut meramaikan segmen foldable, termasuk Apple yang disebut-sebut akan meluncurkan perangkat lipat pertamanya dalam waktu dekat.
Menurut laporan SamMobile, target awal Samsung untuk Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra sebenarnya mencapai 6,5 juta unit.
Namun angka tersebut direvisi menyusul meningkatnya biaya komponen smartphone, terutama harga chip memori yang terus naik.
Berdasarkan proyeksi terbaru, Galaxy Z Flip 8 diperkirakan dikirim sebanyak 500 ribu hingga 1 juta unit.
Baca Juga: Bocoran Galaxy S27 Pro Terungkap, Samsung Bidik Pengguna Premium Tanpa Harus Beli Ultra
Sementara Galaxy Z Fold 8 diproyeksikan mencapai 1,5 hingga 2 juta unit dan Galaxy Z Fold 8 Ultra sekitar 2 hingga 2,5 juta unit.
Kenaikan biaya produksi berpotensi membuat harga perangkat lipat Samsung lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.
Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi permintaan konsumen, terutama di tengah pasar ponsel global yang masih menghadapi perlambatan pertumbuhan.
Data IDC menunjukkan sekitar 20 juta ponsel lipat terjual secara global sepanjang tahun lalu atau kurang dari 2 persen dari total pasar smartphone dunia.
Samsung tetap menjadi pemain terbesar dengan total penjualan sekitar 7 juta unit dari berbagai model ponsel lipat yang beredar, menghasilkan pangsa pasar sekitar 35 persen.
Namun posisi tersebut diperkirakan akan mendapat tantangan baru mulai 2027. Apple disebut tengah menyiapkan iPhone Ultra dengan desain lipat bergaya buku yang memiliki layar lebih lebar dan pendek, mirip dengan Galaxy Z Fold 8.
Meski diperkirakan dibanderol lebih mahal, perangkat tersebut diyakini memiliki keunggulan pada optimalisasi aplikasi dan ekosistem perangkat lunak.
Laporan itu juga menyebut penjualan Galaxy Z Flip 7 pada tahun lalu lebih lemah dari ekspektasi.
Rasio penjualan Galaxy Z Flip 7 dan Galaxy Z Fold 7 bahkan mendekati 50:50, berbeda dengan generasi sebelumnya yang umumnya berada di kisaran 70:30 dan didominasi seri Flip.(*)
Editor : Budi Miank