Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rahasia Samsung Galaxy Z Flip 8 Terbongkar, Strategi Dua Otak Ini Bisa Ubah Masa Depan Ponsel Lipat

Budi Miank • Senin, 8 Juni 2026 | 16:34 WIB
Render Samsung Galaxy Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel lipat pertama Samsung dengan strategi dua chipset berbeda. (Ilustrasi AI)
Render Samsung Galaxy Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel lipat pertama Samsung dengan strategi dua chipset berbeda. (Ilustrasi AI)

PONTIANAK POST - Samsung bersiap mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya pada lini ponsel lipatnya. 

Melalui Galaxy Z Flip 8 yang diperkirakan meluncur tahun ini, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu dikabarkan akan menggunakan dua chipset berbeda dalam satu model perangkat, yakni Exynos 2600 buatan Samsung sendiri dan Snapdragon 8 Elite Gen 5 milik Qualcomm.

Strategi tersebut bukan sekadar soal performa, tetapi juga menjadi pertaruhan besar bagi masa depan divisi semikonduktor Samsung. 

Baca Juga: Dibanderol Rp21 Juta, Samsung Galaxy S26 Ultra Tawarkan Paket Premium yang Sulit Ditandingi Rival

Lebih menarik lagi, Galaxy Z Flip 8 disebut akan menjadi smartphone pertama di dunia yang menggunakan prosesor berbasis teknologi 2 nanometer melalui Exynos 2600.

"Galaxy Z Flip 8 menjadi langkah besar Samsung dalam menggabungkan inovasi internal dengan kebutuhan pasar global," kata analis teknologi Roland Hutchinson dikutip dari Geeky Gadgets.

Selama beberapa tahun terakhir, Samsung kerap mendapat kritik terkait performa chipset Exynos yang dianggap belum mampu menyaingi Snapdragon di berbagai pasar utama. 

Karena itu, keputusan menghadirkan dua pilihan prosesor dalam satu perangkat dinilai sebagai strategi cerdas sekaligus berisiko tinggi.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Mulai Terungkap, Bocoran Foto Asli dan Desain Kamera Baru Langsung Jadi Sorotan

Exynos 2600 menjadi sorotan utama karena diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer yang lebih maju dibanding generasi sebelumnya. 

Teknologi tersebut diklaim mampu menghadirkan peningkatan kecepatan pemrosesan sekaligus efisiensi daya yang lebih baik sehingga berpotensi memperpanjang daya tahan baterai perangkat.

Di sisi lain, Snapdragon 8 Elite Gen 5 tetap menjadi andalan Qualcomm untuk pasar premium. 

Chipset ini dikenal memiliki reputasi kuat dalam performa dan stabilitas, terutama di pasar Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan China.

Bagi Samsung, Galaxy Z Flip 8 bukan sekadar generasi terbaru ponsel lipat. 

Perangkat ini menjadi etalase kemampuan teknologi chip buatan sendiri sekaligus tolok ukur apakah investasi besar pada pengembangan prosesor 2 nanometer mampu memberikan hasil sesuai harapan.

Baca Juga: Apple Belum Rilis iPhone Ultra, Samsung Sudah Pangkas Target Penjualan Ponsel Lipat 2026

Keberhasilan Exynos 2600 diyakini akan memperkuat posisi Samsung sebagai salah satu pemimpin industri semikonduktor dunia. 

Sebaliknya, jika performanya kembali dipandang kalah dari Snapdragon, langkah Samsung membangun ekosistem chipset mandiri bisa menghadapi tantangan yang lebih berat di masa depan.(*)

Editor : Budi Miank
#Samsung Galaxy Z Flip 8 #Exynos 2600 #ponsel lipat #chip 2 nanometer #Snapdragon 8 Elite Gen 5