PONTIANAK POST - Motorola kembali menarik perhatian pasar smartphone premium menengah lewat Edge 70 Pro.
Perangkat terbaru ini membawa baterai berkapasitas 6.500 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga tiga hari pemakaian ringan, sekaligus menjadi salah satu daya tarik terbesar dibanding para pesaingnya.
Tak hanya mengandalkan stamina, Motorola juga membekali Edge 70 Pro dengan kamera telefoto periskop 50MP berkemampuan zoom optik 3,5 kali.
Kombinasi tersebut membuat ponsel ini tampil lebih kompetitif di tengah persaingan ketat dengan produk dari Samsung, Xiaomi hingga Apple.
Namun, peningkatan spesifikasi itu dibarengi kenaikan harga yang cukup signifikan.
Menurut Trusted Reviews, Motorola Edge 70 Pro Rp16,7 juta, naik sekitar Rp3,3 juta dibanding generasi sebelumnya.
Motorola Edge 70 Pro mengusung layar pOLED melengkung 6,78 inci dengan resolusi 2.772 x 1.272 piksel dan refresh rate 144Hz.
Baca Juga: Motorola Edge 70 Pro+ Bocor Jelang Rilis 4 Juni, Usung Baterai 6.500 mAh dan Layar AMOLED 5.200 Nits
Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 5.000 nits saat memutar konten HDR, menjadikannya salah satu panel paling terang di kelasnya.
Dari sisi desain, Motorola tetap mempertahankan ciri khas bodi melengkung dengan pilihan tekstur menyerupai kain, denim, dan kayu.
Meski tampil premium, penggunaan rangka plastik masih menjadi salah satu kritik utama yang disorot pengulas.
Performa perangkat ditopang chipset MediaTek Dimensity 8500 yang dipadukan RAM 12GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 512GB UFS 4.1.
Dalam pengujian sehari-hari, perangkat dinilai mampu menjalankan berbagai aplikasi dan game berat dengan lancar.
Sektor fotografi menjadi salah satu peningkatan penting tahun ini. Selain kamera utama Sony LYTIA 710 50MP, Motorola menyematkan kamera ultra-wide 50MP dan kamera telefoto periskop 50MP dengan zoom optik 3,5 kali. Kamera depan juga menggunakan sensor 50MP yang telah dilengkapi autofocus.
Kamera telefoto menjadi salah satu fitur terbaik yang dimiliki Edge 70 Pro.
Hasil foto zoom dinilai lebih natural dibanding kamera utama, sementara kemampuan zoom hingga 10 kali masih menghasilkan kualitas yang layak digunakan.
Motorola juga menghadirkan sertifikasi ketahanan IP68, IP69, serta standar militer MIL-STD-810H yang membuat perangkat lebih tangguh terhadap debu, air, dan benturan dibanding banyak kompetitor di kelas harga serupa.
Di sektor perangkat lunak, Motorola mulai memperluas fitur kecerdasan buatan melalui Moto AI.
Namun pendekatan ini dianggap membingungkan karena perangkat juga menyertakan Gemini, Copilot, dan Perplexity secara bersamaan.
Kritik lainnya datang dari dukungan pembaruan perangkat lunak. Motorola hanya menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi dan lima tahun pembaruan keamanan, jauh tertinggal dibanding Samsung dan Google yang kini menawarkan dukungan hingga tujuh tahun.
Meski demikian, daya tahan baterai tetap menjadi nilai jual utama.
Edge 70 Pro masih menyisakan hampir 60 persen daya setelah digunakan selama 14 jam dengan aktivitas berat, termasuk streaming video, browsing, hingga benchmark performa.(*)
Editor : Budi Miank