Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pengguna iPhone Makin Tertarik ke Android, Ini Empat Kendala yang Perlu Diketahui

Budi Miank • Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:34 WIB
Ilustrasi pengguna iPhone. (Ilustrasi)
Ilustrasi pengguna iPhone. (Ilustrasi)

PONTIANAK POST - Minat pengguna iPhone untuk beralih ke perangkat Android dilaporkan meningkat sepanjang 2026 seiring banyaknya pilihan smartphone premium yang ditawarkan produsen seperti Samsung, Google, dan OnePlus. 

Namun, laporan BGR mengingatkan bahwa perpindahan ekosistem tersebut tidak selalu berjalan mulus karena terdapat sejumlah perbedaan mendasar yang kerap luput dari perhatian calon pengguna.

Beberapa tantangan yang disebutkan meliputi kebijakan pembaruan sistem operasi yang tidak seragam antarprodusen, keterbatasan teknologi pengenalan wajah dibanding Face ID, serta perbedaan pengalaman penggunaan yang dapat memengaruhi kenyamanan pengguna setelah beralih dari iPhone ke Android.

Baca Juga: Galaxy A27 Tampil di Situs Samsung, Bawa Dukungan Update Android 6 Generasi

Pengalaman pengguna tidak selalu semulus yang dibayangkan. Fragmentasi sistem operasi masih menjadi tantangan terbesar yang membedakan Android dari iPhone.

Menurut laporan tersebut, masalah pertama adalah distribusi pembaruan Android yang tidak merata. 

Berbeda dengan Apple yang merilis pembaruan iOS secara bersamaan untuk perangkat yang masih didukung, produsen Android harus lebih dulu menyesuaikan antarmuka masing-masing sebelum mengirimkan pembaruan ke pengguna.

Sementara itu, perangkat Samsung harus menunggu pembaruan One UI dan pengguna OnePlus menanti versi terbaru OxygenOS.

Baca Juga: Samsung Galaxy A37 Resmi Meluncur dengan Exynos 1480, Harga Mulai Rp4,9 Juta

Masalah kedua berkaitan dengan kompatibilitas aplikasi. Pengguna yang berpindah dari iPhone ke Android tidak selalu bisa membawa seluruh aplikasi favoritnya. 

Beberapa aplikasi eksklusif Apple seperti Messages, Passwords, dan layanan bawaan lainnya tidak tersedia di Android.

Selain itu, pengguna juga disarankan memeriksa terlebih dahulu ketersediaan aplikasi berbayar atau aplikasi langganan yang biasa digunakan sebelum memutuskan berpindah platform.

Kendala ketiga muncul dari sistem notifikasi Android. Meski menawarkan lebih banyak opsi kustomisasi dibandingkan iPhone, sistem ini dinilai kurang praktis bagi sebagian pengguna yang terbiasa memanfaatkan Face ID untuk melihat isi notifikasi secara instan tanpa membuka perangkat.

BGR menyebut banyak perangkat Android masih mengandalkan sensor sidik jari sebagai metode autentikasi utama sehingga pengalaman membuka notifikasi bisa terasa berbeda dibandingkan iPhone.

Baca Juga: Rumor Terbaru iPhone 18 Pro Bikin Cemas Fans HP Apple, Warna Dark Cherry Berisiko Bernasib Seperti Cosmic Orange

Masalah terakhir adalah belum meratanya dukungan fitur face unlock di perangkat Android. 

Jika Apple menggunakan teknologi Face ID berbasis pemindaian wajah tiga dimensi, sebagian besar ponsel Android masih memakai sistem pengenalan wajah dua dimensi atau bahkan tidak menyediakan fitur tersebut sama sekali.

Google Pixel, misalnya, saat ini masih mengandalkan sistem pengenalan wajah 2D, sedangkan banyak produsen Android memilih sensor sidik jari sebagai solusi keamanan utama.(*)

Editor : Budi Miank
#Galaxy S26 Ultra #Face Unlock #Update Android #android #iphone