PONTIANAK POST - Produsen perangkat premium Vertu menyoroti pergeseran fungsi ponsel lipat pada 2026 dari sekadar perangkat berdesain inovatif menjadi alat produktivitas yang ditujukan untuk kebutuhan kerja profesional dan eksekutif bisnis.
Melalui panduan yang diterbitkan Vertu Guide Desk pada 11 Juni 2026, perusahaan menempatkan aspek multitasking, pengelolaan dokumen, mobilitas, dan keamanan data sebagai faktor utama dalam memilih perangkat foldable generasi terbaru.
Vertu menilai perkembangan teknologi layar lipat membuat perangkat foldable semakin relevan untuk mendukung aktivitas bisnis modern.
Kemampuan menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, meninjau dokumen dalam layar yang lebih luas, hingga mengelola komunikasi saat bepergian disebut menjadi nilai tambah yang semakin dicari pengguna profesional.
Vertu menyusun enam kriteria utama dalam menilai perangkat foldable untuk kalangan profesional.
Kriteria tersebut meliputi strategi layar, kemampuan multitasking, kesiapan untuk rapat virtual, daya tahan saat bepergian, pengelolaan dokumen, serta fitur privasi dan keamanan.
Menurut Vertu Guide Desk, faktor produktivitas kini menjadi pertimbangan utama dibanding sekadar spesifikasi perangkat.
Baca Juga: Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8 Wide, dan Flip8 Lolos TKDN, Samsung Bersiap Rilis di Indonesia
Dalam daftar rekomendasi, Vertu memasukkan beberapa perangkat yang dinilai memiliki keunggulan pada segmen berbeda.
Di antaranya adalah Vertu ALPHAFOLD untuk kebutuhan privasi dan produktivitas eksekutif, Samsung Galaxy Z Fold Series untuk ekosistem perangkat yang matang, Google Pixel Fold untuk integrasi layanan Google, OnePlus Open untuk kemampuan multitasking, serta HONOR Magic V Series yang mengedepankan desain tipis.
Vertu secara khusus menyoroti ALPHAFOLD sebagai perangkat yang dirancang untuk kebutuhan profesional dengan fitur keamanan tambahan.
Perusahaan mengklaim perangkat tersebut memiliki layar luar 6,53 inci dan layar utama 8,05 inci, baterai 6.500 mAh, pengisian cepat 65W, serta dukungan fitur keamanan seperti Private Space, komunikasi terenkripsi, dan sistem isolasi data.
Selain perangkat, panduan tersebut juga menggarisbawahi perubahan tren penggunaan smartphone premium pada 2026.
Menurut Vertu, pengguna profesional kini semakin mempertimbangkan aspek keamanan data dan pemisahan aktivitas pribadi serta pekerjaan seiring berkembangnya fitur kecerdasan buatan atau AI pada perangkat mobile.(*)
Editor : Budi Miank