PONTIANAK POST - Xiaomi 17T menjadi salah satu smartphone premium kelas menengah yang menarik perhatian berkat kombinasi kamera canggih, performa tinggi, dan daya tahan baterai yang kuat.
Dengan harga sekitar Rp11,4 juta, perangkat ini menawarkan nilai kompetitif bagi pengguna yang menginginkan pengalaman fotografi dan produktivitas di level lebih tinggi tanpa harus membeli ponsel flagship mahal.
Dalam pengujian selama sepekan, Xiaomi 17T menunjukkan kemampuan fotografi yang impresif melalui konfigurasi kamera yang terdiri dari sensor utama 50MP, kamera telefoto periskop Leica 50MP dengan zoom optik 5x, serta lensa ultrawide 12MP.
Baca Juga: Harga Rp15 Jutaan, Oppo Find X9s Disebut Jadi Flagship Killer Ringkas yang Sulit Ditolak
Dukungan layar AMOLED berkualitas tinggi dan performa kencang turut memperkuat daya tarik perangkat ini untuk kebutuhan multimedia maupun aktivitas harian.
Meski unggul di berbagai sektor, Xiaomi 17T masih menghadapi tantangan pada sisi perangkat lunak.
HyperOS 3 dinilai belum sepenuhnya matang sehingga optimalisasi sistem masih menjadi pekerjaan rumah bagi Xiaomi.
Kendati demikian, keunggulan kamera, layar, dan baterainya membuat smartphone ini tetap menjadi salah satu pilihan menarik di kelas harga Rp10 jutaan.
Baca Juga: Apple Masih Kejar Debut iPhone Fold Tahun Ini? Jadwal Peluncuran Kembali Jadi Sorotan
Meski demikian, sejumlah kendala seperti aplikasi kamera yang sesekali mengalami lag, stutter, hingga freeze menjadi catatan penting yang mengurangi pengalaman penggunaan secara keseluruhan.
Kamera telefoto periskop 50MP menjadi fitur paling menonjol pada Xiaomi 17T. Kamera tersebut mampu menghasilkan foto tajam dengan reproduksi warna yang konsisten pada pembesaran 5x hingga 10x.
Kamera utama 50MP juga dinilai mampu menghasilkan foto dengan rentang dinamis yang baik serta karakter warna khas Leica.
Sementara kamera ultrawide cukup memadai pada kondisi cahaya terang, tetapi mengalami penurunan kualitas saat digunakan pada malam hari.
Xiaomi 17T ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra yang dipadukan RAM LPDDR5X 12GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB.
Dalam pengujian benchmark, performanya disebut setara dengan perangkat yang menggunakan Snapdragon 8s Gen 4.
Baca Juga: Tinggalkan Qualcomm, iPhone 18 Pro dan Pro Max Disebut Bawa Teknologi 5G Baru yang Lebih Hemat Daya
Perangkat ini mampu menjalankan game seperti BGMI dan Call of Duty Mobile hingga 120 fps pada pengaturan tertentu.
Namun, setelah penggunaan intensif sekitar 20 menit, suhu perangkat meningkat dan mulai terjadi penurunan performa akibat throttling.
Meski menawarkan banyak fitur berbasis Android 16, HyperOS 3 kembali menjadi sorotan negatif dalam ulasan tersebut.
Namun, pihak penguji masih menemukan sejumlah gangguan seperti aplikasi kamera yang terlambat merespons, perpindahan antarmode yang tidak mulus, hingga crash saat digunakan dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: Lolos Sertifikasi Global, Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Z Flip 8 Siap Gebrak Pasar Akhir Juli 2026
Menurutnya, performa perangkat keras sebenarnya sangat kompetitif, namun optimalisasi software masih menjadi faktor yang menahan Xiaomi 17T untuk bersaing lebih kuat di segmen premium menengah.
Xiaomi membekali perangkat ini dengan baterai silikon-karbon berkapasitas 6.500mAh yang mampu memberikan waktu layar aktif rata-rata sekitar delapan jam dalam penggunaan harian.
Pengisian daya didukung teknologi HyperCharge 67W yang diklaim mampu mengisi baterai dari 1 persen hingga 55 persen dalam waktu sekitar 30 menit dan mencapai penuh dalam waktu sekitar satu jam.(*)
Editor : Budi Miank