PONTIANAK POST - Huawei kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan perangkat lipat generasi berikutnya setelah mengajukan paten smartphone lipat tiga vertikal dengan mekanisme engsel berbentuk huruf S.
Konsep tersebut memperlihatkan pendekatan baru yang berpotensi menghadirkan perangkat lebih ringkas dibandingkan ponsel lipat model clamshell yang saat ini beredar di pasaran.
Berdasarkan dokumen paten, perangkat tersebut menggunakan dua garis engsel vertikal yang memungkinkan layar dilipat menjadi tiga bagian terpisah.
Desain ini membuat smartphone dapat dilipat ke dalam beberapa lapisan sekaligus, sehingga ukuran perangkat saat tertutup berpotensi menjadi lebih kompak tanpa mengurangi luas layar ketika dibuka sepenuhnya.
Jika berhasil diwujudkan menjadi produk komersial, konsep tersebut dapat memperluas inovasi Huawei di segmen perangkat lipat yang semakin kompetitif.
Meski masih sebatas paten dan belum menjamin peluncuran produk dalam waktu dekat, desain lipat tiga vertikal ini menunjukkan arah pengembangan baru yang dapat mengubah bentuk dan pengalaman penggunaan smartphone masa depan.
Berbeda dari smartphone lipat konvensional yang hanya memiliki satu titik lipatan, desain baru Huawei mengandalkan dua engsel vertikal yang membentuk pola lipatan menyerupai huruf S.
Baca Juga: Harga Terjangkau, Spek Menggoda! Honor X70 Pro Max Bawa Android 16 dan Layar 120Hz
Saat tertutup penuh, perangkat membentuk tiga lapisan yang tersusun rapi sehingga lebih mudah disimpan di saku.
Ketika dibuka sepenuhnya, layar memanjang dengan proporsi yang menyerupai remote televisi dan dirancang untuk mendukung konsumsi konten vertikal seperti media sosial maupun video pendek.
Dokumen paten juga memperlihatkan adanya kamera depan dengan desain punch-hole yang ditempatkan di bagian atas layar.
Huawei turut menyertakan sejumlah solusi teknis dalam paten tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengembangan lapisan struktur khusus untuk penempatan antena.
Teknologi tersebut dirancang untuk mengatasi potensi penurunan kualitas sinyal yang kerap menjadi tantangan pada perangkat dengan beberapa lapisan lipatan.
Menurut dokumen paten, perangkat akan menggunakan layar fleksibel yang didukung rangka utama dan sub-rangka tambahan guna menjaga kekuatan struktur saat dibuka maupun dilipat.
Paten terbaru ini melanjutkan langkah agresif Huawei di segmen perangkat lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Huawei meluncurkan seri Pura X pada Maret 2025 dengan desain lipatan vertikal berukuran lebar.
Perusahaan kemudian memperkenalkan Pura X Max pada April 2026 yang mengusung layar utama 7,69 inci dalam format foldable bergaya buku.
Huawei juga dikenal sebagai produsen pertama yang menghadirkan ponsel lipat tiga komersial melalui Mate XT yang diperkenalkan pada 2023.
Namun perangkat tersebut menggunakan mekanisme lipatan horizontal, berbeda dengan konsep baru yang kini dipatenkan.
Langkah Huawei muncul di tengah meningkatnya persaingan di pasar smartphone lipat global. Samsung sebelumnya dilaporkan mengembangkan berbagai konsep perangkat lipat, termasuk desain quad-fold dan layar fleksibel 360 derajat.
Di sisi lain, Apple juga dikabarkan tengah menyiapkan iPhone Ultra sebagai perangkat foldable pertamanya yang diproyeksikan hadir dalam beberapa tahun mendatang.
Kehadiran paten terbaru Huawei menunjukkan produsen asal China tersebut masih aktif mencari bentuk baru untuk perangkat lipat di masa depan.(*)
Editor : Budi Miank