PONTIANAK POST - Apple dikabarkan tengah menyiapkan dua perangkat flagship berbeda untuk tahun 2026, yaitu iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra.
Kedua model tersebut disebut akan mengusung strategi yang berbeda, dengan iPhone 18 Pro berfokus pada peningkatan fitur premium yang sudah ada, sementara iPhone Ultra diproyeksikan menjadi perangkat lipat pertama dalam sejarah iPhone.
Bocoran terbaru menunjukkan, iPhone Ultra akan mengadopsi desain foldable yang memungkinkan perangkat berubah dari smartphone menjadi layar berukuran lebih besar saat dibuka.
Apple disebut menyiapkan layar utama berukuran 7,8 inci yang dipadukan dengan layar luar 5,5 inci untuk mendukung penggunaan dalam kondisi terlipat maupun terbuka.
Kehadiran iPhone Ultra berpotensi menjadi langkah besar Apple dalam memasuki pasar smartphone lipat yang selama ini didominasi sejumlah produsen Android.
Sementara itu, iPhone 18 Pro diperkirakan tetap mempertahankan desain konvensional dengan fokus pada peningkatan performa, kamera, dan pengalaman pengguna, sehingga kedua perangkat dapat menyasar segmen konsumen yang berbeda dalam lini flagship Apple.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas segmen perangkat premium sekaligus memasuki pasar smartphone lipat yang selama ini didominasi sejumlah produsen Android.
Menurut laporan tersebut, iPhone 18 Pro akan menggunakan chipset terbaru Apple A20 Pro berbasis proses fabrikasi 2 nanometer.
Chip ini diklaim menawarkan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya dibanding generasi sebelumnya.
Apple juga disebut memangkas ukuran Dynamic Island hingga 35 persen untuk memberikan area layar yang lebih luas.
Selain itu, perusahaan tetap mempertahankan dimensi perangkat yang serupa dengan iPhone 17 Pro sehingga kompatibel dengan berbagai aksesori yang sudah beredar.
Di sektor fotografi, iPhone 18 Pro dikabarkan mengusung kamera utama dengan bukaan variabel yang dapat menyesuaikan kondisi pencahayaan secara otomatis.
Kamera depan juga disebut meningkat menjadi 24 megapiksel untuk menghasilkan detail foto yang lebih tajam.
Baca Juga: Harga Terjangkau, Spek Menggoda! Honor X70 Pro Max Bawa Android 16 dan Layar 120Hz
Kapasitas baterai yang lebih besar turut dipersiapkan untuk mendukung performa chip baru tersebut.
Apple juga disebut mulai menggunakan modem seluler buatan sendiri guna mengurangi ketergantungan terhadap pemasok pihak ketiga.
Sementara itu, iPhone Ultra diproyeksikan menjadi produk paling ambisius Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Perangkat ini akan mengusung konsep dual-display dengan layar luar berukuran 5,5 inci dan layar utama 7,8 inci saat dibuka.
Baca Juga: Apple Masih Kejar Debut iPhone Fold Tahun Ini? Jadwal Peluncuran Kembali Jadi Sorotan
Apple dikabarkan merancang ulang berbagai aplikasi agar dapat berjalan dalam mode multitasking berdampingan.
Fitur tersebut menyasar kalangan profesional dan pengguna yang membutuhkan produktivitas tinggi dari perangkat mobile.
Salah satu perubahan yang cukup mencolok adalah kembalinya teknologi Touch ID melalui tombol daya.
Sistem ini dipilih untuk memudahkan autentikasi saat perangkat digunakan dalam kondisi terbuka maupun tertutup.
Di sektor kamera, iPhone Ultra disebut membawa dua sensor 48 megapiksel untuk kamera utama dan ultrawide.
Namun perangkat ini belum dilaporkan memiliki lensa telefoto khusus, berbeda dengan seri Pro yang selama ini menjadi andalan Apple untuk fotografi zoom. iPhone Ultra akan dibanderol mulai Rp32,6 juta.
Baca Juga: Tinggalkan Qualcomm, iPhone 18 Pro dan Pro Max Disebut Bawa Teknologi 5G Baru yang Lebih Hemat Daya
Harga tersebut menjadikannya sebagai iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple.
Posisi premium ini sejalan dengan strategi perusahaan yang disebut akan lebih fokus pada perangkat flagship dibanding model reguler pada siklus produk 2026.
Apple kemungkinan tidak akan menghadirkan model iPhone 18 reguler maupun iPhone Air hingga 2027.(*)
Editor : Budi Miank