Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jelang Debut 2026, iPhone Ultra Fold Dinilai Berisiko Sulit Menembus Pasar Ponsel Lipat Global

Budi Miank • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:56 WIB
Ilustrasi konsep iPhone Ultra Fold yang disebut akan menjadi ponsel lipat pertama Apple. ( Ilustrasi)
Ilustrasi konsep iPhone Ultra Fold yang disebut akan menjadi ponsel lipat pertama Apple. ( Ilustrasi)

PONTIANAK POST - Apple bersiap memasuki pasar ponsel lipat melalui iPhone Ultra Fold yang dirumorkan meluncur pada musim gugur 2026. 

Namun, langkah tersebut mulai memunculkan pertanyaan terkait potensi penerimaan konsumen terhadap perangkat premium tersebut.

Harga yang diperkirakan menembus Rp32,6 juta dinilai menjadi tantangan tersendiri di tengah pasar smartphone lipat yang hingga kini masih didominasi segmen pengguna terbatas. 

Baca Juga: Apple Dikabarkan Tunda iPhone Fold ke 2027, Samsung Berpotensi Perpanjang Dominasi Foldable Global

Kondisi itu membuat persaingan tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga strategi penetapan harga.

Sejumlah analis melihat Apple berada di persimpangan penting, yakni mempertahankan citra eksklusif lewat produk premium atau membuka peluang pasar yang lebih luas dengan menghadirkan perangkat lipat yang lebih mudah dijangkau.

Menurut berbagai bocoran yang beredar, iPhone Ultra Fold akan menjadi perangkat lipat pertama Apple dengan desain premium dan sejumlah teknologi baru. 

Namun, tingginya biaya pengembangan teknologi layar lipat disebut berpotensi membuat harga jual perangkat melambung jauh di atas model iPhone reguler.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra Dikabarkan Meluncur 2026, Tandai Era Baru iPhone Lipat Apple

Sejumlah produk premium Apple yang dinilai gagal mencapai kesuksesan komersial sesuai harapan perusahaan.

Beberapa contoh yang disebut antara lain Vision Pro, Apple Watch Edition berbahan emas, iMac Pro, hingga Mac Pro yang telah dihentikan produksinya pada awal 2026.

Produk-produk tersebut memiliki kesamaan berupa harga yang sangat tinggi sehingga hanya menjangkau segmen pasar terbatas.

Sementara itu, Apple justru dinilai memperoleh respons positif melalui peluncuran MacBook Neo yang dibanderol mulai Rp9,7 juta. 

Laptop tersebut disebut mendapat sambutan luas karena menawarkan keseimbangan antara performa dan harga yang lebih terjangkau.

Meski demikian, belum ada indikasi bahwa Apple akan mengubah rencana peluncuran iPhone Ultra Fold.

Baca Juga: iPhone 18 Series Bakal Rilis September 2026, Hadir dengan Upgrade Besar di Baterai dan Konektivitas Satelit

Sejumlah laporan sebelumnya menyebut perangkat tersebut akan hadir dengan layar internal berukuran sekitar 7,8 inci, desain lipat bergaya buku, material premium, serta integrasi mendalam dengan ekosistem Apple.

Apple juga diyakini mengandalkan reputasi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih matang dibanding para pesaing yang lebih dulu bermain di pasar smartphone lipat.(*)

Editor : Budi Miank
#iPhone lipat #macbook neo #iPhone Ultra Fold #Vision Pro #apple