PONTIANAK POST - Sony resmi memperkenalkan Xperia 1 VIII pada Juni 2026 dengan desain yang sepenuhnya baru, peningkatan signifikan pada sektor kamera telefoto, serta tetap mempertahankan fitur favorit penggemar seperti jack audio 3,5 mm dan slot microSD.
Namun, smartphone flagship ini dibanderol mulai Rp31 juta hingga Rp41 juta untuk varian 1TB, sehingga dinilai sulit bersaing di pasar premium yang semakin ketat.
Xperia 1 VIII disebut sebagai upaya besar Sony untuk menyegarkan lini flagship mereka yang selama beberapa tahun terakhir tampil dengan desain serupa.
Sony meninggalkan desain Xperia generasi sebelumnya dan menghadirkan tampilan baru dengan modul kamera lebih tegas serta tekstur bodi unik yang memberikan kesan premium.
Perangkat ini tetap mempertahankan bezel atas dan bawah yang cukup tebal untuk menampung speaker stereo dan kamera depan tanpa perlu notch maupun Dynamic Island.
Layar yang digunakan berukuran 6,5 inci OLED 120Hz dengan resolusi Full HD+, lebih rendah dibanding sejumlah rival di kelas harga yang sama.
Peningkatan terbesar hadir pada sektor fotografi. Sony meninggalkan teknologi continuous optical zoom yang menjadi ciri khas Xperia selama empat generasi terakhir.
Baca Juga: iPhone Fold Segera Debut September 2026, Apple Siapkan Ponsel Lipat Premium Mulai Rp32,6 Juta
Sebagai gantinya, Xperia 1 VIII dibekali kamera telefoto 48 MP dengan sensor berukuran 1/1.56 inci dan lensa setara 70 mm atau zoom optik 2,9x.
Sensor tersebut menjadi salah satu kamera telefoto terbesar yang pernah digunakan Sony pada smartphone.
Menurut The Verge, kualitas foto telefoto dan ultrawide menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Selain kamera telefoto, Xperia 1 VIII juga membawa kamera utama 48 MP, ultrawide 48 MP, serta kamera depan 12 MP.
Di sektor dapur pacu, Xperia 1 VIII menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang juga digunakan banyak smartphone flagship Android lain pada 2026.
Sony menyediakan dua konfigurasi memori, yakni 12GB RAM plus 256GB penyimpanan dan 16GB RAM plus 1TB penyimpanan
Namun performa perangkat justru menjadi salah satu kritik utama.
Meski Sony mengklaim daya tahan hingga dua hari, hasil pengujian menunjukkan perangkat hanya mampu bertahan sekitar satu hari penggunaan normal.
Kecepatan pengisian daya juga dianggap tertinggal dibanding para pesaing dari China yang sudah menawarkan pengisian jauh lebih tinggi.(*)
Editor : Budi Miank