PONTIANAK POST - Apple disebut siap mengakhiri penantian panjang penggemar dengan meluncurkan iPhone Ultra Fold pada September 2026.
Perangkat lipat perdana itu dikabarkan dibanderol sekitar Rp32,8 juta dan menjalankan iOS 27 yang dirancang khusus untuk pengalaman layar fleksibel.
Laporan dari sumber rantai pasok menyebut Apple menyiapkan antarmuka baru yang mampu memaksimalkan multitasking, perpindahan aplikasi, hingga optimalisasi konten pada mode layar terbuka maupun tertutup.
Langkah tersebut menandai perubahan besar strategi Apple untuk masuk ke pasar foldable premium yang selama ini didominasi kompetitor Android.
iPhone Ultra Fold disebut akan diperkenalkan bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro, sementara distribusi global diperkirakan berlangsung bertahap mulai Oktober hingga November 2026.
Perangkat ini diklaim membawa desain layar lipat tanpa bekas lipatan (crease-free display) serta integrasi khusus dengan iOS 27 yang dirancang untuk perangkat foldable.
Apple disebut tengah mengembangkan mekanisme engsel baru yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan sekaligus mengurangi bekas lipatan pada layar.
Teknologi ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam industri ponsel lipat.
Selain itu, Apple juga dikabarkan mengutamakan material premium dan rekayasa struktural untuk memastikan perangkat tetap tahan lama meski digunakan dalam jangka panjang.
Dari sisi perangkat lunak, Apple disebut akan memperkenalkan iOS 27 yang dioptimalkan untuk format layar lipat.
Sistem ini diproyeksikan mendukung multitasking layar ganda, perubahan antarmuka dinamis, serta gestur baru saat perangkat dibuka atau dilipat.
Sumber internal menyebut, “iOS 27 akan menjadi fondasi utama pengalaman foldable Apple dengan pendekatan adaptif terhadap ukuran layar.”
Dengan banderol Rp32,8 juta, iPhone Ultra Fold diposisikan sebagai salah satu perangkat termahal Apple.
Harga tersebut mencerminkan kompleksitas teknologi engsel, layar fleksibel, serta integrasi perangkat lunak yang lebih dalam.
Apple juga disebut akan menerapkan strategi distribusi terbatas pada tahap awal untuk mengatasi kendala produksi sekaligus menjaga eksklusivitas produk, mengikuti pola peluncuran perangkat flagship sebelumnya.(*)
Editor : Budi Miank