PONTIANAK POST - Apple disebut masih mempertahankan jadwal peluncuran iPhone Ultra atau iPhone Fold pada September 2026 meski sebelumnya sempat diterpa isu penundaan hingga 2027.
Perangkat lipat pertama perusahaan itu kini dikabarkan memasuki tahap akhir persiapan produksi.
Sumber dari rantai pasok mengungkap pemasok telah mulai mengirim komponen dalam jumlah terbatas sebagai bagian dari persiapan menjelang pengenalan resmi produk tersebut.
Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Siap Bawa Privacy Display, Fitur Anti-Intip yang Bisa Ubah Standar Flagship
Perkembangan terbaru ini memperkuat spekulasi bahwa Apple akan memperkenalkan iPhone Ultra bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro dalam agenda peluncuran tahunan perusahaan pada September mendatang.
Jika tidak tersedia langsung saat pengumuman, perangkat itu disebut hanya akan mengalami keterlambatan distribusi paling lama satu bulan.
Sebelumnya, sejumlah laporan dari kalangan analis memperkirakan jadwal peluncuran iPhone Ultra akan bergeser.
Pada Maret lalu, catatan investor Barclays menyebut peluncuran kemungkinan mundur ke Desember 2026.
Baca Juga: Poco X8 Pro Yellow Resmi Hadir di Indonesia, Warna Ikonik Kembali dengan Nuansa Balap Modern
Laporan lain dari Nikkei Asia bahkan mengindikasikan adanya kendala rekayasa yang berpotensi mendorong jadwal peluncuran hingga awal 2027.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah sumber industri mulai membantah kabar tersebut.
Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, sebelumnya menyebut perangkat lipat Apple hanya mengalami "sedikit keterlambatan", yang mengarah pada kemungkinan peluncuran pada Oktober 2026.
Sementara itu, pembocor teknologi Fixed Focus Digital juga berulang kali menyatakan bahwa skenario paling memungkinkan adalah iPhone Ultra diumumkan bersamaan dengan iPhone 18 Pro, dengan potensi penundaan distribusi tidak lebih dari satu bulan.
Mengutip laporan China Securities Journal, salah satu pemasok Apple disebut telah menerima panduan bahwa perangkat lipat pertama Apple dijadwalkan diperkenalkan pada September 2026.
Sumber lain dari rantai pasok yang dikutip dalam laporan yang sama juga mengaku belum menerima informasi apa pun terkait penundaan peluncuran perangkat tersebut.(*)
Editor : Budi Miank