PONTIANAK POST - Redmi resmi meluncurkan Redmi 17C untuk pasar China pada akhir bulan Juni 2026 lalu.
Smartphone entry-level ini hadir dengan chipset MediaTek Helio G81 Ultra, layar 6,88 inci ber-refresh rate 120Hz, serta sistem operasi HyperOS 3.
Perangkat tersebut ditujukan untuk segmen pengguna pemula dan pasar massal dengan harga mulai Rp1,8 juta.
Selain menawarkan layar besar dan refresh rate tinggi, perangkat ini juga hadir dalam beberapa pilihan warna, yakni Sea Breeze Blue, Danxia Red, dan Black.
Dari sisi spesifikasi, Redmi 17C mengusung layar HD+ berukuran 6,88 inci dengan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz.
Layar tersebut mendukung tingkat kecerahan global hingga 600 nits untuk meningkatkan visibilitas saat digunakan di luar ruangan.
Untuk performa, Redmi membekali perangkat ini dengan chipset MediaTek Helio G81 Ultra yang dipadukan RAM 4GB dan penyimpanan internal hingga 128GB.
Menariknya, chipset yang digunakan masih sama dengan yang terdapat pada generasi sebelumnya, Redmi 15C.
Baca Juga: Redmi K90 Ultra Resmi Meluncur, Fokus pada Performa Gaming Tanpa Throttling
Di sektor fotografi, Redmi 17C membawa kamera utama 13MP di bagian belakang dan kamera depan 5MP untuk kebutuhan swafoto maupun panggilan video.
Sistem operasi HyperOS 3 langsung tersedia sejak perangkat pertama kali digunakan.
Varian dasar Redmi 17C dengan konfigurasi 4GB/64GB dijual seharga Rp1,8 juta, sedangkan model 4GB/128GB dibanderol Rp2 juta.
Harga tersebut merupakan konversi berdasarkan kurs saat ini dan dapat berbeda saat perangkat dipasarkan secara resmi di negara lain.
Menurut laporan TelecomTalk, Redmi 17C diposisikan sebagai perangkat terjangkau yang menyasar kelompok pengguna berpenghasilan rendah dan pasar massal. (*)
Editor : Budi Miank