PONTIANAK POST - Samsung dan Apple bersiap memasuki babak baru persaingan ponsel lipat pada 2026 melalui kehadiran Galaxy Z Fold 8 dan iPhone Ultra.
Video perbandingan menggunakan dummy unit realistis yang beredar memperlihatkan kedua perangkat mengusung desain lebih lebar dan pendek dibanding generasi foldable sebelumnya.
Galaxy Z Fold 8 dijadwalkan meluncur bulan Juli, sementara Apple disebut mulai memasuki tahap produksi massal untuk iPhone Ultra lipat pertamanya.
Apple memilih pendekatan desain yang disebut berbeda dari pakem industri saat ini.
Bentuk iPhone Ultra disebut memiliki kemiripan dengan Huawei Pura X, dengan dimensi lebih pendek dan lebar untuk menghadirkan pengalaman menyerupai tablet ketika perangkat dibuka.
Di sisi lain, Samsung Galaxy Z Fold 8 juga mengalami perubahan desain dengan rasio bodi yang lebih lebar dibanding pendahulunya.
Samsung tetap menyiapkan varian Ultra sebagai penerus langsung lini Fold generasi sebelumnya.
Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Pakai Sensor SmartSens 200 MP, Fitur Privasi Layar Mirip Galaxy S26 Ultra
Saat dalam posisi tertutup, kedua perangkat disebut lebih nyaman dioperasikan menggunakan satu tangan.
Ketebalannya pun relatif serupa, meski Galaxy Z Fold 7 masih tercatat sedikit lebih tipis.
Namun, layar eksternal pada kedua perangkat diperkirakan hanya optimal untuk aktivitas ringan seperti membalas pesan atau memeriksa notifikasi.
Ketika dibuka penuh, baik iPhone Ultra maupun Galaxy Z Fold 8 menghadirkan panel yang lebih lebar dibanding smartphone lipat konvensional.
Format tersebut diklaim mampu meningkatkan pengalaman menonton video dan konsumsi konten multimedia.
Baca Juga: Harga Rp5,7 Juta, Samsung Galaxy A27 5G Tawarkan Fitur AI yang Makin Canggih
Desain Galaxy Z Fold 8 dinilai tampil lebih modern, sementara iPhone Ultra berpotensi menawarkan tampilan video yang sedikit lebih besar berkat proporsi layarnya.
Samsung juga disebut menyiapkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan baterai lebih besar, layar internal beresolusi lebih tinggi, dan tambahan satu kamera belakang dibanding model reguler.(*)
Editor : Budi Miank