PONTIANAK POST - Samsung memperkuat rantai pasok Galaxy Z Fold 8 Series dan Galaxy Z Flip 8 dengan menambah jumlah pemasok modul kamera menjelang peluncuran generasi terbaru ponsel lipatnya.
Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga efisiensi produksi sekaligus meningkatkan daya saing di segmen premium.
Langkah ini muncul di tengah kenaikan harga komponen seperti DRAM dan NAND serta meningkatnya persaingan menjelang kehadiran iPhone Ultra milik Apple.
Baca Juga: iPhone Air 2 dan iPhone 19 Pro Sudah Digarap, Apple Pastikan Rilis Tahun 2027
Diversifikasi pemasok dinilai menjadi upaya Samsung untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan biaya produksi perangkat lipat generasi berikutnya.
Galaxy Z Flip 8 disebut tetap mengusung konfigurasi kamera yang serupa dengan pendahulunya, yakni kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan kamera depan 10 MP.
Modul kamera depan dipasok oleh Camsys dan MCNEX, sementara modul kamera belakang serta lensa berasal dari Powerlogics, Samsung Electro-Mechanics, dan Sunny Optical.
Untuk Galaxy Z Fold 8, Samsung dikabarkan menyiapkan dua kamera depan 10 MP, kamera utama 50 MP dengan dukungan OIS, serta kamera ultrawide 50 MP.
Sementara model Galaxy Z Fold 8 Ultra diproyeksikan membawa kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, kamera telefoto 10 MP, dan dua kamera depan 10 MP.
Modul kamera untuk kedua model Galaxy Z Fold 8 tersebut akan dipasok oleh Camsys, MCNEX, Namuga, dan Powerlogics.
Strategi multi-pemasok ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan produksi sekaligus menekan risiko gangguan rantai pasok global.
Samsung juga disebut akan memperluas portofolio perangkat lipatnya, mulai dari Galaxy Z Flip 8 FE sebagai model paling terjangkau hingga Galaxy Z Fold 8 Ultra yang menyasar segmen premium.
Setiap model dipersiapkan untuk menjangkau kelompok pengguna dan rentang harga yang berbeda.(*)
Editor : Budi Miank