PONTIANAK POST - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan teknologi penyimpanan UFS 5.0 untuk Galaxy S27 Ultra yang diproyeksikan meluncur pada 2027.
Standar baru ini disebut mampu meningkatkan kecepatan baca dan tulis secara signifikan dibanding generasi sebelumnya sehingga menjanjikan performa yang lebih tinggi.
Di sisi lain, peningkatan spesifikasi tersebut memicu kekhawatiran akan kenaikan harga Galaxy S27 Ultra.
Baca Juga: Samsung Hentikan Messages Mulai Juli 2026, Pengguna Galaxy Wajib Beralih agar Chat Tidak Hilang
Sejumlah pengguna menilai biaya komponen memori yang masih tinggi berpotensi membuat flagship terbaru Samsung dipasarkan dengan harga yang lebih mahal.
Menurut bocoran yang beredar, UFS 5.0 menawarkan efisiensi daya sekitar 40 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Teknologi ini juga dirancang untuk mendukung kebutuhan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks pada perangkat premium.
Dalam sebuah jajak pendapat, lebih dari 47 persen responden mengaku khawatir penggunaan UFS 5.0 akan mendorong harga Galaxy S27 Ultra ke level yang lebih tinggi sehingga mereka mempertimbangkan merek lain sebagai alternatif.
Baca Juga: Bocoran Redmi Note 17 Pro Terungkap! Snapdragon 6 Gen 5 dan Fast Charging 67W Jadi Andalan
Sementara itu, sekitar 38 persen responden menyatakan tetap bersedia membayar lebih mahal apabila Galaxy S27 Ultra benar-benar mengombinasikan UFS 5.0 dengan chipset fabrikasi 2 nanometer yang juga dirumorkan akan menjadi dapur pacu perangkat tersebut.
Kekhawatiran soal harga dinilai cukup beralasan. Industri teknologi saat ini menghadapi tekanan biaya akibat meningkatnya permintaan komponen memori yang banyak digunakan untuk pengembangan infrastruktur AI dan pusat data global.
Namun, Apple disebut akan menaikkan harga lini iPhone 18 Pro karena tekanan biaya produksi.
Kondisi serupa berpotensi terjadi pada Samsung apabila perusahaan tidak mampu menyerap tambahan biaya komponen generasi terbaru.(*)
Editor : Budi Miank