PONTIANAK POST - Apple dikabarkan memangkas target produksi iPhone 17 hingga 15 persen seiring melambatnya permintaan pasar menjelang peluncuran generasi iPhone berikutnya pada September 2026.
Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari penyesuaian strategi perusahaan menjelang hadirnya iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat pertamanya.
Meski produksi dikurangi, iPhone 17 tetap mencatatkan kinerja penjualan yang kuat.
Baca Juga: Dokumen Resmi Ungkap Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bakal Dirilis 22 Juli 2026, Ini Buktinya!
Perangkat ini masih menjadi smartphone terlaris di dunia pada kuartal pertama 2026 dan berkontribusi menjaga posisi Apple di pasar smartphone global.
Menurut Fixed Focus Digital, penyesuaian target produksi tidak hanya dilakukan Apple, tetapi juga produsen besar lain seperti Xiaomi, OPPO, vivo, dan Honor yang sama-sama menurunkan proyeksi pengiriman perangkat tahun ini.
MacRumors menyebut penurunan permintaan kemungkinan dipengaruhi siklus produk yang memasuki fase akhir.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Bakal Punya Dynamic Island Lebih Kecil! Desain Layar Makin Luas?
Sebagian besar konsumen yang berniat membeli iPhone 17 disebut telah melakukan pembelian sejak perangkat itu diluncurkan pada September 2025.
Laporan TrendForce pada Juni 2026 justru menunjukkan produksi iPhone meningkat 19,7 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini.
Kenaikan tersebut didorong peluncuran iPhone 17e dan peningkatan produksi seluruh lini iPhone 17.
Sementara itu, Counterpoint Research mencatat iPhone 17 menguasai 6 persen penjualan smartphone global pada kuartal pertama 2026.
Posisi kedua dan ketiga ditempati iPhone 17 Pro Max serta iPhone 17 Pro.
Apple juga menjadi pemimpin pasar smartphone dunia untuk pertama kalinya pada kuartal pertama dengan pangsa pengiriman mencapai 21 persen atau tumbuh 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada awal peluncuran, Apple bahkan meminta dua pemasok meningkatkan kapasitas produksi harian iPhone 17 hingga 30 persen setelah tingginya angka pemesanan awal.
CEO Apple, Tim Cook, saat itu menyebut permintaan iPhone selama musim liburan sebagai sesuatu yang "melampaui ekspektasi perusahaan.".(*)
Editor : Budi Miank