PONTIANAK POST - Kehadiran iPhone Fold yang juga dirumorkan bernama iPhone Ultra diperkirakan akan mengubah peta persaingan sekaligus mendorong kenaikan harga smartphone lipat premium di pasar global.
Analis memproyeksikan rata-rata harga jual perangkat foldable akan meningkat signifikan sepanjang 2026 seiring masuknya Apple ke segmen tersebut.
Laporan Counterpoint Research memperkirakan average selling price (ASP) smartphone lipat mencapai sekitar Rp24,06 juta per unit pada 2026 atau naik 18 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: Xiaomi Resmi Umumkan Redmi Note 17, Rayakan Penjualan 500 Juta Unit dengan Generasi Baru
Angka tersebut juga menunjukkan lonjakan sekitar 29 persen dibanding rata-rata harga perangkat foldable pada 2024.
Counterpoint menilai peningkatan tersebut didorong oleh semakin dominannya perangkat lipat model book-type, termasuk iPhone Fold yang diperkirakan menjadi produk foldable pertama Apple.
"Masuknya Apple ke pasar foldable diperkirakan akan memperkuat tren kenaikan harga rata-rata dengan tetap memusatkan perhatian pasar pada segmen premium," tulis Counterpoint Research dalam laporannya.
Lembaga riset tersebut menjelaskan bahwa perangkat lipat model clamshell justru semakin terjangkau karena semakin banyak produsen yang masuk ke segmen tersebut dan kapasitas produksi meningkat.
Baca Juga: iPhone Ultra vs Galaxy Z Fold 8: Duel Ponsel Lipat Premium yang Andalkan Layar 4:3 Lebih Lebar
Sebaliknya, perangkat book-type tetap diposisikan sebagai produk kelas atas dengan layar lebih besar, engsel yang lebih baik, baterai berkapasitas besar, kamera yang ditingkatkan, serta fitur produktivitas yang lebih lengkap.
Counterpoint memperkirakan pangsa pengiriman perangkat lipat dengan harga antara Rp25,92 juta hingga Rp32,4 juta akan melonjak dari 30 persen pada 2025 menjadi 58 persen pada 2026.
Sementara itu, ponsel lipat dengan harga di atas Rp32,4 juta diperkirakan turun tipis dari 3 persen menjadi 2 persen dari total pasar.
Sejumlah lembaga riset sebelumnya memprediksi iPhone Fold akan masuk dalam kategori harga tertinggi di pasar smartphone lipat.
Lembaga riset IDC memperkirakan harga jual rata-rata perangkat tersebut mencapai Rp40,5 juta. Beberapa konfigurasi tertentu bahkan disebut dapat menyentuh Rp48,6 juta.
Selain memengaruhi harga, Apple juga dinilai akan mendorong perkembangan ekosistem perangkat lipat melalui peningkatan kesinambungan perangkat lunak, dukungan aplikasi, dan fitur produktivitas lintas perangkat.(*)
Editor : Budi Miank