PONTIANAK POST - Samsung kembali memamerkan konsep inovatif perangkat lipat melalui paten terbaru yang mengungkap desain Galaxy Z Flip dengan mekanisme bi-directional folding atau lipat dua arah.
Teknologi tersebut memungkinkan layar utama dilipat ke dalam maupun ke luar tanpa memerlukan layar penutup (cover display) terpisah.
Konsep ini menunjukkan arah pengembangan ponsel lipat Samsung di masa depan dengan desain yang lebih sederhana sekaligus lebih fungsional.
Baca Juga: Samsung Galaxy A27 vs Galaxy A37, Mana HP Kelas Menengah yang Lebih Layak Dibeli?
Jika berhasil diwujudkan menjadi produk komersial, pendekatan tersebut berpotensi menghadirkan pengalaman penggunaan yang berbeda dibanding smartphone lipat bergaya clamshell saat ini.
Berdasarkan ilustrasi paten, perangkat menggunakan dua engsel yang bekerja bersamaan sehingga layar fleksibel dapat menekuk ke dua arah.
Sebagian layar tetap terlihat saat ponsel dalam kondisi tertutup sehingga dapat digunakan untuk menampilkan notifikasi, jam, atau fungsi dasar lainnya tanpa perlu membuka perangkat sepenuhnya.
Konsep ini berbeda dengan desain Galaxy Z Flip saat ini yang masih mengandalkan layar penutup terpisah.
Baca Juga: Huawei Pura 90s Pro Tampil dalam Warna Pink Guava, Kamera Telefoto Jadi Sorotan
Dokumen paten juga menunjukkan Samsung merancang sistem penyangga internal untuk mengurangi tekanan pada panel fleksibel ketika perangkat dibuka atau ditutup.
Ruang khusus di sekitar engsel disiapkan agar layar memiliki area lengkung yang lebih aman, sehingga berpotensi meningkatkan daya tahan perangkat dalam penggunaan jangka panjang.
Selain menyederhanakan desain, pendekatan tersebut berpotensi membuat ponsel lebih tipis karena tidak lagi membutuhkan dua panel layar berbeda.
Namun, seperti kebanyakan dokumen paten, teknologi ini masih berada pada tahap konsep dan belum dipastikan akan diproduksi secara massal.
Samsung dikenal rutin mengajukan berbagai paten untuk perangkat lipat, termasuk konsep ponsel gulung, tri-fold, hingga engsel generasi baru.
Sebagian konsep akhirnya diwujudkan menjadi produk komersial, sementara lainnya tetap menjadi bagian dari riset dan pengembangan perusahaan. (*)
Editor : Budi Miank