PONTIANAK POST - Samsung Electronics tidak membawa Galaxy Z Flip 8 FE dalam gelaran Galaxy Unpacked 2026 di London.
Hilangnya model lipat versi lebih terjangkau tersebut memicu dugaan bahwa Samsung tengah mengevaluasi keberlanjutan lini FE setelah respons pasar terhadap generasi sebelumnya dinilai belum memenuhi harapan.
Sejumlah laporan menyebut keputusan itu kemungkinan berkaitan dengan penjualan Galaxy Z Flip 7 FE yang kurang kuat serta meningkatnya biaya pengembangan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) pada perangkat terbaru.
Kondisi tersebut disebut membuat Samsung lebih berhati-hati dalam menentukan strategi untuk segmen ponsel lipat harga lebih rendah.
Dalam acara Galaxy Unpacked 2026, Samsung hanya memperkenalkan tiga perangkat foldable, yaitu Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.
Hingga kini, perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait nasib Galaxy Z Flip 8 FE maupun rencana kelanjutan seri foldable FE.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak ada model Fan Edition (FE) yang biasanya ditawarkan dengan harga lebih rendah.
Galaxy Z Flip 7 FE yang dirilis pada 2025 merupakan ponsel lipat FE pertama Samsung.
Saat itu perusahaan menyatakan perangkat tersebut dihadirkan untuk memperluas adopsi ponsel lipat melalui harga yang lebih terjangkau.
Galaxy Z Flip7 FE menggunakan desain Galaxy Z Flip6 dengan spesifikasi yang dipangkas agar harganya lebih murah.
Perangkat ini dibekali RAM 8 GB dan chipset Exynos 2400, sedangkan Galaxy Z Flip7 reguler menggunakan RAM 12 GB dan Exynos 2500.
Saat diluncurkan, Galaxy Z Flip7 dibanderol Rp17,8 juta, sedangkan Galaxy Z Flip7 FE dijual Rp14,4 juta, lebih murah sekitar Rp3,4 juta.
Namun, permintaan pasar disebut tidak memenuhi ekspektasi.
Berdasarkan data Hana Securities, hingga Agustus 2025 penjualan global Galaxy Z Fold 7 mencapai sekitar 770 ribu unit, Galaxy Z Flip 7 sekitar 330 ribu unit, sedangkan Galaxy Z Flip 7 FE hanya sekitar 130 ribu unit.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Flip 7 Dinilai Jadi Flip Phone Terbaik 2026, Ini Deretan Keunggulannya
Fitur AI berbasis perangkat (on-device AI) membutuhkan RAM minimal 12 GB agar berjalan optimal.
Jika Galaxy Z Flip FE tetap menggunakan RAM 8 GB, pengalaman AI dinilai tidak maksimal.
Sebaliknya, bila RAM ditingkatkan menjadi 12 GB, selisih spesifikasi dengan model reguler menjadi semakin tipis, sementara biaya produksi ikut naik.
Selain itu, kenaikan harga memori global membuat Samsung semakin sulit menekan harga perangkat FE.
Baca Juga: Mengapa Motorola Razr Kini Lebih Menarik Dibanding Galaxy Z Flip? Ini Alasannya
Berbeda dengan seri Galaxy S, ponsel lipat memiliki biaya produksi yang jauh lebih tinggi karena membutuhkan layar fleksibel, engsel presisi, kaca ultra-tipis (UTG), serta material tambahan untuk menjaga ketahanan perangkat.
Komponen-komponen tersebut membuat ruang bagi Samsung untuk memangkas harga menjadi semakin terbatas.
Di sisi lain, sejumlah pengamat industri menilai konsumen ponsel lipat lebih memilih membeli model premium dibanding versi murah.(*)
Editor : Budi Miank