Samsung Akhirnya Pakai Baterai Silicon-Carbon di Galaxy Z Fold8, Kapasitas Naik Tanpa Bikin Bodi Lebih Tebal

Budi Miank • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:54 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 hadir dengan desain baru dan sejumlah peningkatan dibanding Galaxy Z Fold 7. (Dok. Samsung)
Samsung Galaxy Z Fold 8 menjadi smartphone Galaxy pertama yang mengadopsi teknologi baterai silicon-carbon. (Dok. Samsung)

PONTIANAK POST - Samsung dikabarkan mulai menerapkan teknologi baterai silicon-carbon (Si-C) pada lini Galaxy Z Fold8, menjadikannya seri Galaxy pertama yang mengusung teknologi penyimpanan daya tersebut. 

Inovasi ini memungkinkan peningkatan kapasitas baterai tanpa mengorbankan desain perangkat yang tetap tipis dan ringan.

Pemanfaatan baterai silicon-carbon memberikan kepadatan energi yang lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional. 

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra vs Google Pixel Fold 10 Pro, Duel Ponsel Lipat Flagship dengan AI Canggih

Galaxy Z Fold8 dapat menawarkan daya tahan lebih lama tanpa perlu memperbesar dimensi atau menambah bobot perangkat.

Teknologi serupa sebenarnya telah lebih dahulu diadopsi sejumlah produsen smartphone asal China dalam beberapa tahun terakhir. 

Kehadiran silicon-carbon di Galaxy Z Fold8 menandai langkah Samsung untuk mengejar tren baterai berkapasitas besar yang kini semakin banyak digunakan di segmen flagship.

Kini Samsung mulai menerapkannya pada Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8 setelah melalui proses pengujian yang panjang demi memastikan keamanan dan keandalannya.

Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan grafit sebagai material anoda, baterai silicon-carbon memanfaatkan campuran silikon dan karbon. 

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 vs Huawei Pura X Max, Duel HP Lipat Mahal dengan Fitur yang Sama-sama Menggoda

Material ini memiliki kepadatan energi lebih tinggi sehingga mampu menyimpan daya lebih besar dalam ruang yang sama.

Hasilnya, Samsung dapat meningkatkan kapasitas baterai tanpa mengorbankan desain tipis yang menjadi salah satu daya tarik utama seri Galaxy Z Fold 8.

Sebagai contoh, Galaxy Z Fold 8 Ultra kini dibekali baterai 5.000 mAh, sedangkan Galaxy Z Fold 8 memiliki baterai 4.800 mAh, meningkat dari 4.400 mAh pada generasi sebelumnya meski dimensinya lebih ringkas. 

Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 tetap mempertahankan kapasitas 4.300 mAh, namun berhasil hadir dengan bodi yang lebih tipis berkat teknologi baterai baru tersebut.

Samsung menegaskan bahwa adopsi silicon-carbon dilakukan dengan pendekatan yang sangat hati-hati. 

Pengalaman insiden Galaxy Note7 membuat perusahaan menjadikan aspek keamanan sebagai prioritas utama sebelum menerapkan teknologi baterai baru secara massal.

Baca Juga: 9 Casing Terbaik Samsung Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra, Lindungi Engsel hingga Bodi Mulai Rp310 Ribu

Perusahaan menjelaskan telah mengembangkan berbagai penyempurnaan, mulai dari pelapisan mikro karbon pada anoda, optimalisasi material katoda, hingga separator berpori tinggi untuk menjaga stabilitas baterai dan memperpanjang usia pakainya.

Penggunaan silicon-carbon pada seri Galaxy Z Fold 8 dipandang sebagai langkah awal sebelum teknologi tersebut diperluas ke lini Galaxy lainnya.

Selain memungkinkan kapasitas baterai lebih besar, teknologi ini juga membuka peluang hadirnya smartphone yang lebih tipis, ringan, dan mendukung pengisian daya lebih cepat tanpa mengorbankan daya tahan baterai.(*)

Editor : Budi Miank
Galaxy Z Fold 8 Galaxy Z Fold 8 Ultra silicon-carbon battery baterai Samsung samsung