Galaxy S27 Ultra Terancam Lebih Mahal, Qualcomm Dikabarkan Naikkan Harga Chip Snapdragon Mulai September 2026

Budi Miank • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:28 WIB
Galaxy S27 Ultra yang diperkirakan meluncur pada 2027 disebut berpotensi memiliki sistem pendinginan yang kurang efektif.(Ilustrasi)
Galaxy S27 Ultra dikabarkan berpotensi mengalami kenaikan harga akibat biaya chipset Snapdragon yang semakin mahal. (Dok. Samsung)

PONTIANAK POST - Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan berpotensi mengalami kenaikan harga setelah Qualcomm dilaporkan memberi tahu para mitranya mengenai rencana kenaikan harga chipset Snapdragon dengan persentase dua digit. 

Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi smartphone flagship yang menggunakan chipset terbaru Qualcomm.

Laporan yang beredar mengungkapkan, penyesuaian harga itu akan berlaku untuk seluruh pengiriman chipset Snapdragon setelah 1 September 2026. 

Baca Juga: Privacy Display Bakal Hadir di Semua Galaxy S27 Series? Ini Bocoran Terbarunya

Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan tambahan bagi produsen ponsel premium, termasuk Samsung, dalam menentukan harga jual perangkat generasi berikutnya.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Samsung maupun Qualcomm terkait dampaknya terhadap Galaxy S27 Ultra, kenaikan harga chipset diperkirakan akan memengaruhi biaya produksi dan berpotensi membuat harga smartphone flagship tersebut ikut meningkat saat resmi diluncurkan.

Jika Samsung kembali mengandalkan chipset Snapdragon pada Galaxy S27 Ultra, biaya produksi perangkat diperkirakan ikut meningkat.

Qualcomm telah menginformasikan kepada para mitra mengenai kenaikan harga chipset Snapdragon dalam kisaran dua digit. 

Baca Juga: Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Bawa Kamera Selfie 16MP Baru Setelah Bertahun-tahun Bertahan di 12MP

Langkah tersebut disebut dipicu oleh meningkatnya biaya produksi dan pengembangan semikonduktor generasi terbaru.

Bagi Samsung, kondisi ini menjadi tantangan baru karena lini Galaxy S Ultra dalam beberapa tahun terakhir sangat bergantung pada prosesor Snapdragon untuk pasar global.

Apabila Samsung tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro pada Galaxy S27 Ultra, perusahaan kemungkinan harus memilih antara menaikkan harga jual atau menyerap sebagian kenaikan biaya produksi. 

Sebelumnya juga telah diperkiraan jika penggunaan chipset tersebut berpotensi membuat harga Galaxy S27 Ultra lebih tinggi dibanding pendahulunya.

Tekanan biaya ini muncul di tengah kenaikan harga komponen lain, termasuk memori dan panel layar, yang sebelumnya juga dilaporkan memengaruhi industri smartphone premium.

Baca Juga: Pengguna Galaxy S26 Ultra Ungkap Harapan untuk Galaxy S27 Ultra, Ini 3 Fitur yang Paling Ditunggu

Hingga kini Samsung belum memberikan konfirmasi mengenai strategi harga Galaxy S27 Ultra maupun chipset yang akan digunakan secara resmi.

Meski demikian, berbagai bocoran menyebut Galaxy S27 Ultra masih akan menjadi model andalan Samsung dengan fokus pada peningkatan performa AI, kamera, dan efisiensi daya.

Kenaikan harga Galaxy S27 Ultra masih bersifat prediksi berdasarkan perubahan harga chipset Qualcomm.(*)

Editor : Budi Miank
Samsung Galaxy S27 Ultra Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Galaxy S27 Ultra Qualcomm Snapdragon samsung