PONTIANAK POST - Membeli smartphone bekas memang dapat menjadi cara untuk menghemat anggaran, namun tidak semua perangkat lama masih layak dipilih pada 2026.
Sedikitnya terdapat 13 model smartphone yang dinilai kurang direkomendasikan karena berbagai faktor, mulai dari dukungan perangkat lunak yang hampir berakhir hingga persoalan performa dan ketahanan perangkat.
Beberapa model juga dinilai memiliki desain yang sudah tertinggal, komponen yang lebih sulit diperbaiki, serta riwayat masalah pada sektor perangkat keras.
Baca Juga: Bingung Pilih HP Baru Saat Gajian? Honor X6c dan X5c Plus Tawarkan Fitur Premium di Harga Rp2 Jutaan
Meski demikian, daftar tersebut bukan berarti perangkat-perangkat itu tidak lagi dapat digunakan, melainkan dinilai kurang kompetitif dibanding pilihan lain di kelas harga yang sama.
Calon pembeli disarankan mempertimbangkan usia perangkat, masa pembaruan sistem operasi dan keamanan, kondisi baterai, serta ketersediaan suku cadang sebelum memutuskan membeli smartphone bekas.
Namun, konsumen akan memperoleh nilai yang lebih baik jika memilih model yang lebih baru atau alternatif lain dengan dukungan lebih panjang.
Galaxy S23 Ultra Disarankan Diganti ke S24 Ultra
Salah satu perangkat yang disorot adalah Samsung Galaxy S23 Ultra beserta model Ultra yang lebih lama. Meski masih memiliki performa tinggi, masa pembaruan sistem operasi Galaxy S23 Ultra disebut semakin terbatas.
Pengguna yang ingin memakai ponsel dalam jangka panjang lebih baik sebaiknya memilih Galaxy S24 Ultra, yang dijadwalkan memperoleh dukungan perangkat lunak lebih lama.
Foldable Lawas Dinilai Berisiko
Smartphone lipat Samsung generasi lama seperti seri Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip juga masuk daftar.
Selain masa pembaruan yang lebih pendek, perangkat tersebut dinilai masih memiliki sejumlah kelemahan khas teknologi foldable, seperti layar bagian dalam yang rentan, lipatan layar, serta engsel yang sensitif terhadap debu.
Samsung Galaxy S25 Edge dan iPhone Air juga termasuk dalam daftar HP bekas yang tidak disarankan untuk dibeli tahun ini.
Kedua perangkat dinilai terlalu mengutamakan desain tipis sehingga harus mengorbankan kapasitas baterai, sistem pendingin, hingga kemampuan kamera.
Menurut laporan terbaru, teknologi baterai saat ini belum mampu sepenuhnya mengimbangi desain ultra-tipis tanpa kompromi.
iPhone Lama Mulai Kehabisan Dukungan
Untuk pengguna Apple, seri iPhone X, iPhone XS, iPhone XR, hingga iPhone 11 dinilai mulai kurang menarik sebagai pilihan pembelian pada 2026.
Alasan utamanya adalah masa dukungan sistem operasi yang semakin mendekati akhir, sehingga pengguna berpotensi kehilangan pembaruan keamanan maupun kompatibilitas aplikasi di masa depan.
Pixel dan Motorola Ikut Masuk Daftar
Google Pixel 6 dan Moto G (2025) juga masuk dalam daftar.
Pixel 6 dianggap mulai memasuki akhir siklus dukungan Android, sedangkan Moto G (2025) dikritik karena performanya dinilai kurang kompetitif dibanding ponsel lain di kelas harga yang sama.
Sementara itu, Pixel 10 Pro Fold disebut masih menghadapi tantangan khas perangkat lipat, termasuk soal ketahanan fisik dan harga yang tinggi.
OnePlus dan Nothing Phone 3 Disorot
SlashGear juga menyoroti seluruh lini OnePlus untuk pasar Barat menyusul perubahan strategi bisnis perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa.
Adapun Nothing Phone (3) dinilai memiliki tingkat kemudahan perbaikan yang rendah meski menawarkan spesifikasi menarik. Faktor ini disebut dapat meningkatkan biaya perawatan dalam jangka panjang.
Bukan Berarti Tak Layak Dipakai
SlashGear menegaskan daftar tersebut bukan berarti seluruh perangkat tidak dapat digunakan.
Sebagian besar masih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.(*)
Editor : Budi Miank