PONTIANAK POST - Oppo dikabarkan tengah menyiapkan Oppo A7 Pro Max sebagai smartphone kelas menengah terbaru yang mengandalkan baterai berkapasitas 10.000 mAh.
Berdasarkan bocoran yang beredar, perangkat ini tetap hadir dengan bodi ramping setebal 8,47 mm serta mendukung teknologi pengisian cepat 80W, menjadikannya salah satu ponsel dengan baterai terbesar di segmennya.
Oppo A7 Pro Max akan ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 5, sehingga diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi daya dan performa untuk penggunaan harian.
Kapasitas baterai yang besar disebut dimungkinkan berkat penerapan teknologi silikon-karbon, yang mampu meningkatkan kepadatan energi tanpa menambah ketebalan perangkat secara signifikan.
Meski Oppo belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun spesifikasi resminya, bocoran tersebut mengindikasikan perusahaan tengah menyiapkan pesaing baru di pasar smartphone kelas menengah dengan mengandalkan kombinasi baterai jumbo, desain tipis, dan pengisian daya berkecepatan tinggi.
Menurut pembocor Digital Chat Station, Oppo A7 Pro Max diperkirakan menggunakan layar AMOLED datar 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz.
Layar tersebut juga disebut akan dilengkapi sensor sidik jari yang tertanam di bawah panel.
Baca Juga: Oppo Find X10 Pro Max Bawa Sistem Kamera Paling Ambisius, Bidik Takhta Fotografi Smartphone
Untuk sektor performa, perangkat ini dirumorkan mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 5.
Kombinasi tersebut diperkirakan menyasar segmen menengah dengan fokus pada efisiensi daya, sejalan dengan penggunaan baterai berkapasitas sangat besar.
Di sektor kamera, Oppo A7 Pro Max disebut akan mengusung kamera utama 50 MP di bagian belakang serta kamera depan 50 MP untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.
Meski membawa baterai jumbo, bobot perangkat diklaim berada di kisaran 226 gram, relatif ringan dibanding kapasitas baterainya.
Laporan tersebut juga menyebut Oppo memanfaatkan teknologi baterai silikon-karbon yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional.
Teknologi ini memungkinkan kapasitas baterai meningkat signifikan tanpa menambah ketebalan perangkat secara drastis.(*)
Editor : Budi Miank