PONTIANAK POST - Xiaomi kembali menunjukkan ambisinya di pasar rumah pintar melalui peluncuran Mijia Powerful Wind Ultra 3HP.
Alih-alih hanya menghadirkan pendingin ruangan berkapasitas besar, perusahaan asal Tiongkok tersebut memosisikan produk terbaru ini sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung.
AC premium tersebut dibanderol 5.999 yuan atau sekitar Rp15,8 juta dan telah mendukung HyperOS Connect, platform yang memungkinkan berbagai perangkat Xiaomi saling berkomunikasi dalam satu ekosistem.
Baca Juga: Xiaomi Luncurkan AC Terbaru, Diklaim Mampu Dinginkan Ruangan dalam 15 Detik
Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat mengelola pendingin ruangan bersama perangkat rumah pintar lainnya melalui sistem yang terintegrasi.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Xiaomi kini tidak hanya bersaing dari sisi spesifikasi perangkat keras, tetapi juga berupaya meningkatkan pengalaman penggunaan melalui konektivitas dan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
AI Jadi Nilai Tambah
Salah satu fitur utama yang diunggulkan adalah kemampuan AI untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis. Sistem juga dapat mengatur arah hembusan angin serta kekuatan aliran udara berdasarkan kondisi lingkungan secara real time tanpa perlu banyak pengaturan manual dari pengguna.
Integrasi AI tersebut menjadi tren yang semakin banyak diterapkan produsen elektronik rumah tangga.
Teknologi tidak lagi hanya berfungsi menghidupkan atau mematikan perangkat dari jarak jauh, tetapi mulai berperan dalam mengoptimalkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna.
Tetap Mengedepankan Performa
Dari sisi teknis, Xiaomi membekali AC ini dengan kompresor dual-silinder berkapasitas 25,1 cc yang diklaim memiliki kapasitas perpindahan sekitar 19 persen lebih besar dibanding konfigurasi sebelumnya.
Sistem pendingin juga menggunakan evaporator dan kondensor tembaga murni dua lapis untuk meningkatkan efisiensi pertukaran panas.
Perusahaan mengklaim perangkat mampu menghasilkan kapasitas pendinginan hingga 11.000 watt dan pemanasan hingga 16.000 watt. Saat mode frekuensi tinggi 140Hz diaktifkan, AC disebut dapat mulai mendinginkan ruangan dalam waktu sekitar 15 detik, sedangkan fungsi pemanas mulai bekerja dalam kisaran 30 detik.
Walau demikian, kecepatan pendinginan pada penggunaan sehari-hari tetap dipengaruhi berbagai faktor seperti luas ruangan, suhu awal, tingkat kelembapan, kualitas isolasi bangunan, hingga posisi pemasangan unit.
Karena itu, performa aktual dapat berbeda dengan hasil pengujian laboratorium yang menjadi dasar klaim produsen.
Baca Juga: Huawei Pura 90s Pro Max vs Xiaomi 17 Ultra, Adu Kamera Flagship Siapa Lebih Unggul?
Dirancang untuk Berbagai Kondisi Iklim
Xiaomi juga menyematkan kemampuan operasional pada rentang suhu yang cukup ekstrem, yakni mulai dari minus 35 derajat Celsius hingga 65 derajat Celsius.
Spesifikasi tersebut ditujukan agar perangkat tetap dapat beroperasi secara stabil di berbagai kondisi cuaca, baik saat musim dingin maupun gelombang panas.
Dari sisi desain, AC hadir dengan tampilan minimalis menggunakan panel bertekstur matte, layar sentuh ITO, serta ventilasi udara yang dapat menutup otomatis ketika perangkat dimatikan.
Perkuat Ekosistem Smart Home
Peluncuran AC terbaru ini dilakukan bersamaan dengan pengenalan mesin cuci sekaligus pengering berkapasitas 13 kilogram serta dispenser air panas instan yang telah dilengkapi pembuat es.
Baca Juga: Xiaomi 17T Pro Layak Dibeli? Spek Flagship Harga Lebih Ramah tapi Kameranya Belum Sempurna
Seluruh perangkat tersebut mendukung HyperOS Connect sehingga dapat dioperasikan dalam satu ekosistem.
Strategi tersebut memperlihatkan fokus Xiaomi untuk memperluas bisnis rumah pintar melalui integrasi lintas perangkat.
Dengan semakin banyaknya produk yang saling terhubung, perusahaan berupaya membangun nilai tambah yang tidak hanya berasal dari masing-masing perangkat, tetapi juga dari kemudahan mengelola seluruh peralatan rumah dalam satu platform.
Editor : Miftahul Khair