Bukan Hanya Kamera, Galaxy S27 Dirumorkan Bawa Baterai Lebih Besar Berkat Teknologi Silicon-Carbon Baru

Budi Miank • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Galaxy S27 Ultra yang diperkirakan meluncur pada 2027 disebut berpotensi memiliki sistem pendinginan yang kurang efektif.(Ilustrasi)
Samsung Galaxy S27 dirumorkan mengusung baterai berkapasitas lebih besar dengan teknologi silicon-carbon. (Ilustrasi)

PONTIANAK POST - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan peningkatan besar pada sektor daya untuk Galaxy S27 Series melalui adopsi teknologi baterai silicon-carbon (Si-C). 

Rumor terbaru menyebutkan, teknologi tersebut memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas baterai tanpa membuat bodi perangkat menjadi lebih tebal atau lebih berat.

Jika rumor tersebut terbukti benar, Galaxy S27 berpotensi mengakhiri penggunaan baterai berkapasitas sekitar 5.000 mAh yang selama bertahun-tahun menjadi standar pada lini Galaxy S Ultra. 

Baca Juga: Galaxy AI Makin Digemari, Samsung Sebut 96 Persen Pengguna Z Fold7 dan Z Flip7 Aktif Memanfaatkannya

Teknologi silicon-carbon dikenal memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional, sehingga mampu menyimpan daya lebih besar dalam ukuran fisik yang serupa.

Rumor ini muncul setelah Samsung mulai menerapkan baterai silicon-carbon pada lini ponsel lipat terbarunya. 

Teknologi ini memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional, sehingga memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa menambah ukuran fisik perangkat. 

Menurut laporan Galaxy Club, Samsung sedang menguji beberapa konfigurasi baterai untuk seri Galaxy S27. 

Baca Juga: Galaxy S27 Pro hingga Z TriFold 2 Masuk Bocoran, Samsung Siapkan Delapan Flagship Sekaligus pada 2027

Galaxy S27 Pro disebut berpotensi membawa baterai dengan kapasitas tipikal sekitar 5.200 mAh, sementara Galaxy S27 Ultra diperkirakan dapat menggunakan baterai sekitar 5.700 mAh, meningkat dibanding baterai 5.000 mAh pada generasi sebelumnya. 

Meski demikian, peningkatan kapasitas melalui teknologi silicon-carbon tidak akan langsung melonjak drastis.

Dalam implementasi awal, peningkatan kepadatan energi umumnya berada di kisaran 10 hingga 40 persen, sehingga Samsung diperkirakan tetap mengutamakan keseimbangan antara kapasitas, ketebalan perangkat, dan aspek keamanan. 

Laporan lain menyebut Samsung masih menguji beberapa opsi kapasitas baterai sebelum menentukan spesifikasi final. 
Karena itu, angka yang beredar saat ini masih bersifat rumor dan dapat berubah menjelang peluncuran resmi. 

Apabila rumor tersebut menjadi kenyataan, peningkatan kapasitas baterai akan menjadi salah satu perubahan terbesar pada lini Galaxy S dalam beberapa tahun terakhir. 

Selama ini, kapasitas baterai yang relatif stagnan kerap menjadi salah satu kritik pengguna terhadap seri flagship Samsung, terutama ketika sejumlah pesaing telah menawarkan baterai 6.000 mAh atau lebih dengan teknologi serupa.(*)

Editor : Budi Miank
Samsung Galaxy S27 Galaxy S27 Ultra silicon-carbon battery baterai Galaxy S27 samsung