Samsung Perkenalkan Kacamata AI Galaxy Glasses, Bisa Foto, Telepon, hingga Terjemahan Langsung

Chairunnisya • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:59 WIB
Samsung Galaxy Glasses hadir sebagai kacamata pintar berbasis Android XR dengan dukungan Gemini AI, kamera terintegrasi, dan desain hasil kolaborasi dengan Gentle Monster serta Warby Parker. (SAMSUNG)
Samsung Galaxy Glasses hadir sebagai kacamata pintar berbasis Android XR dengan dukungan Gemini AI, kamera terintegrasi, dan desain hasil kolaborasi dengan Gentle Monster serta Warby Parker. (SAMSUNG)

PONTIANAK POST - Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Glasses, kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama Google.

Perangkat ini menjadi bagian dari strategi Samsung memperluas ekosistem Galaxy ke perangkat wearable baru dan diposisikan sebagai pesaing langsung lini Meta AI Glasses.

Galaxy Glasses dibangun menggunakan platform Android XR dengan dukungan Gemini AI dari Google.

Baca Juga: Fitur Ikonik Samsung Ini Tidak Dibawa Galaxy Z Fold 8 Ultra, Ini Alasannya

Pengguna dapat berinteraksi melalui perintah suara untuk memperoleh informasi kontekstual berdasarkan apa yang sedang dilihat, mengirim pesan, mencari petunjuk arah, hingga menerjemahkan percakapan secara langsung.

Samsung menggandeng dua merek kacamata ternama, Gentle Monster dan Warby Parker, untuk merancang bingkai perangkat tersebut.

Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan desain yang lebih modis sehingga dapat digunakan sebagai kacamata sehari-hari, bukan sekadar perangkat teknologi.

Galaxy Glasses dilengkapi kamera terintegrasi yang dapat digunakan untuk mengambil foto, berbagi tampilan secara langsung saat panggilan video, sekaligus memberikan konteks visual kepada Gemini AI agar mampu menjawab pertanyaan berdasarkan lingkungan sekitar pengguna.

Baca Juga: Galaxy AI Makin Digemari, Samsung Sebut 96 Persen Pengguna Z Fold7 dan Z Flip7 Aktif Memanfaatkannya

Selain itu, perangkat mendukung panggilan telepon, pemutaran musik, navigasi, serta pembacaan ringkasan pesan masuk.

Bagi pengguna ekosistem Galaxy, Samsung menghadirkan integrasi yang lebih erat. Saat dipasangkan dengan Galaxy Watch, pengguna dapat mengambil foto menggunakan gerakan tangan tanpa menyentuh kacamata.

Foto yang dihasilkan juga akan tersimpan otomatis ke album khusus di ponsel Galaxy, sementara panggilan telepon dapat diteruskan langsung ke Galaxy Glasses.

Dari sisi perangkat keras, Galaxy Glasses menggunakan Qualcomm Snapdragon AR1 Gen 1, cip yang dirancang khusus untuk perangkat wearable berbasis AI.

Samsung mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 9 jam dalam sekali pengisian, sedangkan casing pengisi daya dapat memberikan hingga tujuh kali pengisian ulang tambahan.

Samsung menampilkan dua desain awal pada ajang Galaxy Unpacked 2026 dan menyatakan lebih banyak pilihan model akan tersedia saat peluncuran komersial pada musim gugur (fall) tahun ini.

Baca Juga: Samsung Resmi Boyong Galaxy Z Fold 8 ke Indonesia, Hadir Lebih Tipis, Lebih Ringan, dan Makin Pintar Berkat AI

Hingga kini perusahaan belum mengumumkan harga resmi, namun sejumlah pengamat memperkirakan banderolnya berada di kisaran US$300–400 (Rp5,1 jutaan sampai Rp8,5 jutaan), setara dengan produk Meta di segmen serupa.

Di balik inovasi tersebut, sejumlah pihak juga menyoroti isu privasi. Kehadiran kamera yang selalu siap digunakan dinilai berpotensi memunculkan penyalahgunaan, seperti perekaman tanpa izin.

New Atlas mengulas bahwa tantangan terbesar bagi industri kacamata pintar bukan hanya meningkatkan kemampuan AI, tetapi juga menghadirkan perlindungan dan pengamanan yang lebih kuat terhadap penyalahgunaan fitur perekaman. (*)

Editor : Chairunnisya
Samsung Galaxy Glasses Samsung AI Glasses Gemini AI smart glasses Samsung wearable