Xiaomi 17T Pro Layak Dibeli? Speknya Gahar, Tapi Tiga Kekurangan Ini Bikin Calon Pembeli Mikir Lagi

Budi Miank • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:11 WIB
Xiaomi 17T Pro mengusung desain premium dengan kamera hasil kolaborasi bersama Leica. (Dok. Xiaomi)
Xiaomi 17T Pro hadir dengan baterai 7.000 mAh, chipset Dimensity 9500, dan sistem kamera Leica sebagai andalan. (Dok. Xiaomi)

PONTIANAK POST - Xiaomi 17T Pro hadir dengan peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya melalui chipset MediaTek Dimensity 9500, baterai 7.000 mAh, layar AMOLED 144Hz, serta sistem kamera hasil kolaborasi dengan Leica. 

Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu flagship yang menarik bagi pengguna yang mengutamakan performa, daya tahan baterai, dan fotografi.

Meski menawarkan spesifikasi kelas atas, perangkat ini masih memiliki beberapa catatan. 

Baca Juga: Xiaomi 18, 18 Pro, dan 18 Pro Max Berpeluang Meluncur di Indonesia, Bawa Kamera 200 MP dan Chip Baru

Xiaomi 17T Pro tetap menggunakan USB 2.0, mengalami penurunan performa saat menjalankan beban berat dalam waktu lama akibat throttling, dan kualitas kamera ultra-wide dinilai belum seimbang dengan sensor utama.

Xiaomi 17T Pro tetap menjadi pilihan menarik di kelas flagship. 

Namun, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya agar bisa menentukan apakah perangkat ini sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengisian cepat 100W melalui kabel dan 50W nirkabel turut menjadi nilai tambah untuk penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Xiaomi Pastikan Redmi Note 17 5G Debut 6 Agustus, Andalkan Baterai 8.000 mAh dan Layar AMOLED

Dimensity 9500 mampu menghadirkan tenaga yang memadai untuk aplikasi berat maupun gim modern. 

Baterai berkapasitas 7.000 mAh juga menjadi salah satu peningkatan terbesar karena memberikan daya tahan yang jauh lebih lama dibanding generasi sebelumnya.

Xiaomi 17T Pro dibekali panel AMOLED dengan refresh rate hingga 144 Hz yang diklaim memiliki tingkat kecerahan tinggi dan akurasi warna yang baik. 

Layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari serta didukung teknologi high-frequency dimming untuk meningkatkan kenyamanan mata.

Di sektor kamera, sistem Leica dinilai mampu menghasilkan foto yang tajam, terutama melalui kamera utama. 

Kamera telefoto periskop dengan 5x optical zoom juga memberikan hasil yang tetap baik pada tingkat pembesaran tinggi.

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan SUV Skynomad N70 dan N90, Andalkan Teknologi EREV dengan Jarak Tempuh Listrik hingga 505 Km

Namun, kualitas kamera ultra-wide masih tertinggal dibanding kamera utama maupun telefoto.

Untuk penggunaan harian, Xiaomi 17T Pro menawarkan bodi premium dengan sertifikasi IP68, dukungan Wi-Fi 7, sensor sidik jari yang responsif, serta performa sistem yang cepat.

Meski demikian, Xiaomi masih terlalu konservatif karena mempertahankan USB 2.0 tanpa dukungan keluaran video (video output). 

Speaker juga dinilai mengalami penurunan kualitas pada volume tinggi, sementara fitur peredam bising saat panggilan telepon belum optimal.

Baca Juga: 5 Perangkat Smart Home Xiaomi yang Layak Dipilih untuk Mewujudkan Rumah Pintar Lebih Praktis dan Efisien

Perangkat lunak HyperOS 3.0 juga mendapat kritik karena masih menyertakan iklan dan banyak aplikasi pihak ketiga yang sudah terpasang sejak awal. 

Selain itu, paket penjualan di Eropa tidak lagi menyertakan adaptor pengisi daya.

Smartphone ini lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan performa tinggi, baterai berkapasitas besar, dan kamera serbaguna, meski masih harus menerima sejumlah kompromi pada port USB dan beberapa fitur pendukung.(*)

Editor : Budi Miank
Xiaomi 17T Pro Dimensity 9500 baterai 7000 mAh HyperOS 3