PONTIANAK POST - Ponsel flip kembali menjadi tren di kalangan Generasi Z sepanjang 2026.
Minat anak muda terhadap perangkat bergaya klasik meningkat seiring munculnya gaya hidup slow tech, yang mendorong penggunaan teknologi secara lebih sederhana dan mengurangi ketergantungan pada media sosial.
Kebangkitan ponsel flip juga dipicu oleh rasa nostalgia terhadap perangkat teknologi populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Baca Juga: HMD Perkenalkan Nokia 123 Shield, HP Badak Tahan Air dan Debu dengan Baterai Awet Hampir 3 Minggu!
Desain yang unik, ringkas, dan berbeda dari smartphone modern membuat perangkat ini kembali menarik perhatian generasi muda.
Fenomena tersebut sejalan dengan meningkatnya popularitas berbagai produk retro lainnya, seperti kaset pita, CD, kamera digital lawas, hingga ponsel flip.
Tren ini menunjukkan bahwa daya tarik teknologi klasik masih memiliki tempat di tengah pesatnya perkembangan perangkat modern.
Berbeda dengan smartphone modern yang dipenuhi aplikasi dan notifikasi, ponsel flip dinilai menawarkan pengalaman komunikasi yang lebih sederhana sehingga membantu pengguna lebih fokus pada aktivitas sehari-hari.
Banyak pengguna Gen Z menganggap ponsel flip sebagai cara untuk mengurangi paparan media sosial sekaligus menikmati sensasi menggunakan perangkat klasik.
Selain faktor nostalgia, tren tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya gerakan digital detox atau mengurangi penggunaan perangkat digital secara berlebihan.
Sejumlah anak muda memilih perangkat yang hanya mendukung fungsi dasar seperti telepon dan pesan singkat agar tidak terus-menerus terdistraksi oleh notifikasi aplikasi.
Media teknologi juga mencatat munculnya sejumlah produsen yang kembali mengembangkan ponsel lipat bergaya klasik.
Salah satunya adalah Light, yang memperkenalkan Light Flip, ponsel sederhana dengan fitur komunikasi dasar yang ditujukan bagi pengguna yang ingin menjauh dari ketergantungan smartphone.
Baca Juga: Comeback Nokia Lumia? Bocoran Lumia Max 2026 Bawa Desain Ikonik dengan Spesifikasi Flagship
Meski demikian, kebangkitan ponsel flip tidak diperkirakan akan menggantikan dominasi smartphone.
Perangkat tersebut lebih dipandang sebagai pilihan gaya hidup bagi pengguna yang mengutamakan kesederhanaan, keseimbangan penggunaan teknologi, dan pengalaman digital yang lebih terkendali. (*)
Editor : Budi Miank