PONTIANAK POST - Apple memberi sinyal bahwa iPhone 18 Pro Max berpotensi dibanderol lebih mahal saat meluncur pada 2027.
Indikasi tersebut muncul setelah CEO Apple Tim Cook mengungkapkan perusahaan masih menghadapi tekanan biaya akibat tarif impor dan kondisi rantai pasok global dalam paparan kinerja keuangan terbaru.
Meski tidak secara langsung membahas harga iPhone generasi berikutnya, pernyataan Cook memicu spekulasi bahwa kenaikan biaya produksi dapat berdampak pada banderol perangkat flagship Apple.
Baca Juga: Bocoran iPhone 20 Ungkap Desain All-Screen dan Teknologi Layar Baru untuk Peringatan 20 Tahun
Faktor eksternal dinilai masih menjadi tantangan bagi perusahaan dalam beberapa waktu ke depan.
Namun, ia juga tidak menjanjikan bahwa Apple akan mempertahankan harga seperti generasi sebelumnya, sehingga memicu spekulasi bahwa model premium seperti iPhone 18 Pro Max akan dijual lebih mahal.
Menurut laporan tersebut, Apple diperkirakan masih harus menanggung beban tarif impor terhadap sejumlah komponen dan produk yang diproduksi di luar Amerika Serikat.
Kondisi itu dapat meningkatkan biaya produksi, terutama untuk perangkat kelas premium yang menggunakan komponen terbaru.
Meski Apple terus memperluas produksi ke India dan Vietnam, sebagian besar model iPhone premium masih bergantung pada fasilitas manufaktur di China.
Faktor tersebut dinilai membuat perusahaan tetap rentan terhadap perubahan kebijakan perdagangan internasional.
Namun, sejumlah analis industri memperkirakan Apple akan menyesuaikan harga jika tekanan biaya produksi dan tarif belum mereda saat perangkat diluncurkan.
Di sisi lain, Apple membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal terbaru.(*)
Editor : Budi Miank