Google Pixel Fold Masih Worth It di 2026? Ini Alasan dan Kekurangannya

Budi Miank • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Bocoran Google Pixel 11 Pro Fold memperlihatkan desain lebih tipis dengan layar lipat 8 inci dan fitur Pixel Glow. [Foto: Dok. Google Pixel]
Google Pixel Fold tetap menawarkan pengalaman Android murni dan kamera andal di tengah persaingan ponsel lipat yang semakin ketat.(Dok. Google Pixel)

PONTIANAK POST - Google Pixel Fold masih layak dipertimbangkan pada 2026, terutama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman Android murni, kamera berkualitas, dan dukungan pembaruan software dalam jangka panjang. 

Kombinasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama perangkat lipat Google.

Namun, persaingan smartphone foldable yang semakin ketat mulai menyoroti sejumlah keterbatasan Pixel Fold. 

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Varian Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra yang Paling Cocok Buat Kamu

Dari sisi desain dan spesifikasi hardware, perangkat ini menghadapi tekanan dari pesaing yang menawarkan teknologi lebih baru dan inovasi perangkat keras yang semakin agresif.

Meski pasar ponsel lipat global belum tumbuh secepat smartphone konvensional, Pixel Fold tetap memiliki posisi penting bagi Google. 

Perangkat ini menjadi salah satu cara perusahaan memperkuat ekosistem Android sekaligus menunjukkan arah pengembangan teknologi foldable.

Pangsa pasar smartphone lipat pada 2025 diperkirakan hanya sekitar 1,6 persen dari total pengiriman smartphone dunia, menandakan segmen ini masih tergolong premium dan belum menjadi arus utama.

Baca Juga: Poco F9 Ultra dan F9 Pro Makin Dekat ke Indonesia! Sertifikat SDPPI Sudah Terbit

Salah satu keunggulan utama Pixel Fold adalah pengalaman Android yang bersih tanpa banyak aplikasi bawaan. 

Google juga menghadirkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan dukungan pembaruan sistem operasi dalam jangka panjang sehingga perangkat tetap relevan untuk digunakan beberapa tahun ke depan.

Selain itu, kualitas kamera masih menjadi nilai jual utama lini Pixel. 

Pengolahan gambar berbasis komputasi Google dinilai mampu menghasilkan foto yang konsisten di berbagai kondisi pencahayaan sehingga tetap menjadi salah satu pilihan terbaik bagi pengguna yang mengutamakan fotografi mobile.

Meski demikian, Android Gadget Hacks menilai Google mulai tertinggal dibanding para pesaing, terutama Samsung, Honor, dan sejumlah produsen asal China yang lebih agresif menghadirkan perangkat lebih tipis, ringan, baterai lebih besar, serta desain lipatan layar yang semakin minim.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa pengalaman Android murni kini bukan lagi keunggulan eksklusif. 

Pengguna semakin mempertimbangkan aspek hardware seperti bobot perangkat, kualitas engsel, daya tahan baterai, dan performa chipset sebelum memutuskan membeli ponsel lipat.

Baca Juga: Lebih Mahal, Tapi Lebih Menggoda! Galaxy Z Fold 8 Ultra Disebut Unggul dari Pixel 10 Pro Fold

Bagi pengguna yang telah berada di ekosistem Google dan membutuhkan perangkat lipat untuk produktivitas maupun hiburan, Pixel Fold masih menawarkan pengalaman yang kompetitif. 

Namun, bagi calon pembeli yang belum terburu-buru, sejumlah pengamat menyarankan menunggu generasi Pixel Fold berikutnya yang diperkirakan membawa peningkatan desain dan performa lebih signifikan.

Pixel Fold masih menjadi salah satu pilihan menarik di kelas foldable premium pada 2026. 

Namun, Google dinilai perlu mempercepat inovasi hardware agar mampu bersaing dengan rival yang kini semakin agresif mengembangkan smartphone lipat.(*)

Editor : Budi Miank
foldable Google Pixel Google Pixel Fold android