PONTIANAK POST - Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 dipastikan hadir secara resmi di pasar Indonesia pada Desember 2026, membuka akses yang lebih luas bagi gamer Tanah Air terhadap konsol hybrid besutan perusahaan Jepang tersebut.
Kehadiran resmi itu menjadi perhatian karena Nintendo Switch 2 membawa peningkatan hardware yang cukup signifikan dibandingkan generasi pertama, terutama pada layar, penyimpanan, performa grafis, konektivitas, serta fitur controller.
Nintendo Switch sendiri diperkenalkan pada 2017 dengan konsep hybrid yang memungkinkan konsol digunakan dalam mode TV, tabletop, maupun handheld.
Sementara itu, Nintendo Switch 2 hadir sebagai generasi penerus dengan layar lebih besar, resolusi Full HD, refresh rate hingga 120 Hz, penyimpanan 256 GB, serta dukungan output hingga 4K dalam TV Mode.
Baca Juga: Huawei Mate 90 Punya Layar Anti-Intip? Teknologi Privacy Display Disebut Bikin Mata Kepo Keok
Spesifikasi Nintendo Switch
Nintendo Switch generasi pertama menggunakan layar sentuh LCD 6,2 inci dengan resolusi 1.280 x 720 piksel dan mendukung tiga mode penggunaan, yakni TV, tabletop, serta handheld.
Untuk penyimpanan, konsol tersebut memiliki memori internal 32 GB yang dapat diperluas menggunakan kartu microSD.
Nintendo menggunakan platform NVIDIA Tegra untuk pemrosesan pada Switch, sedangkan kapasitas baterai mencapai 4.310 mAh dengan daya tahan berbeda berdasarkan model dan penggunaan.
Nintendo mencatat Switch versi terbaru memiliki daya tahan sekitar 4,5 hingga 9 jam, sedangkan model lama berada pada kisaran 2,5 hingga 6,5 jam.
Konsol dengan Joy-Con terpasang memiliki bobot sekitar 398 gram sehingga lebih ringan dibandingkan penerusnya.
Baca Juga: Apple Siapkan iPhone 18 Pro Max! Performa Makin Ngebut, Layar Lebih Irit dan Kamera 48 MP
Spesifikasi Nintendo Switch 2
Nintendo Switch 2 membawa layar LCD 7,9 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel, dukungan HDR10, serta Variable Refresh Rate hingga 120 Hz.
Untuk pemrosesan, perangkat menggunakan prosesor khusus yang dikembangkan NVIDIA, sementara Nintendo tidak merinci jumlah core maupun clockspeed CPU dan GPU pada spesifikasi konsumennya.
Perubahan paling besar terlihat pada kapasitas penyimpanan internal yang mencapai 256 GB berbasis UFS, atau delapan kali lebih besar dibandingkan 32 GB milik Nintendo Switch.
Penyimpanan Switch 2 dapat diperluas menggunakan kartu microSD Express, sedangkan kartu microSD konvensional tidak digunakan untuk memperluas penyimpanan game pada konsol generasi baru tersebut.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 9 Mulai Terbongkar! HP Lipat Ini Diklaim Setipis 4,3 mm Saat Dibuka
Dalam TV Mode, Switch 2 mendukung output hingga resolusi 4K dengan frame rate maksimal 60 fps pada game dan layar yang kompatibel, sementara resolusi 1.920 x 1.080 atau 2.560 x 1.440 piksel dapat mencapai hingga 120 fps pada kondisi yang didukung.
Di mode handheld dan tabletop, layar konsol menampilkan resolusi maksimal 1.920 x 1.080 piksel.
Namun, peningkatan performa tersebut berdampak pada daya tahan baterai karena Nintendo Switch 2 memiliki estimasi penggunaan sekitar 2 hingga 6,5 jam.
Kapasitas baterai Switch 2 mencapai 5.220 mAh atau 19,74 Wh, sedangkan dimensinya sekitar 116 x 272 x 13,9 mm.
Bobot Switch 2 dengan Joy-Con 2 terpasang berada di kisaran 534 gram untuk versi baterai yang tidak dapat diganti pengguna.
Baca Juga: Huawei Mate 90 Pro Max Bocor! Bawa Chip 3D, Kamera 200 MP dan Baterai Jumbo 7.000 mAh
Joy-Con 2 Hadir dengan Fitur Mouse
Nintendo juga memberikan perubahan besar pada controller melalui Joy-Con 2 yang menggunakan konektor magnetik untuk menempel pada konsol.
Controller tersebut dilengkapi sensor yang memungkinkan Joy-Con 2 digunakan sebagai mouse pada game yang mendukung fitur tersebut.
Joy-Con 2 memiliki baterai 500 mAh dengan estimasi daya tahan hingga sekitar 20 jam berdasarkan informasi resmi Nintendo.
Nintendo Switch 2 juga memiliki dua port USB-C yang mendukung kebutuhan pengisian daya dan aksesori sesuai fungsi masing-masing.
Baca Juga: Render Motorola Edge 70 Neo Muncul! Ada 4 Warna dan Kamera 200 MP, Harganya Bikin Penasaran
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran resmi pada Desember 2026 menjadi pembeda penting karena sebelumnya Switch dan Switch 2 banyak diperoleh melalui jalur impor atau pasar pihak ketiga.
Nintendo sendiri menyatakan produk Switch dan Switch 2 di kawasan Asia Tenggara menggunakan skema harga terbuka, sehingga harga ritel ditentukan melalui pengecer dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar. (jpc)
Editor : Efprizan