PONTIANAK POST – Xiaomi dikabarkan menghentikan pengembangan Xiaomi 18 Ultra. Pada saat yang sama, Oppo Find X10 Ultra dan vivo X500 Ultra disebut hanya akan tersedia di pasar tertentu dan tidak masuk ke pasar global.
Sejumlah tipster mengaitkan perubahan strategi tersebut dengan meningkatnya biaya komponen memori. Tekanan biaya dinilai mendorong sejumlah produsen smartphone flagship China untuk meninjau kembali rencana pengembangan dan distribusi perangkat kelas tertinggi mereka.
Jika kabar tersebut benar, Xiaomi 18 Pro Max akan menempati posisi teratas dalam keluarga Xiaomi 18. Perangkat ini diperkirakan menjadi flagship tertinggi Xiaomi untuk seri tersebut yang meluncur pada akhir 2026.
Baca Juga: Motorola Edge 70 Pro Dinilai Punya Kamera Terlengkap di Bawah Rp8 Juta, Ini Alasannya
Xiaomi 18 Ultra Dikabarkan Dibatalkan
Xiaomi selama beberapa generasi terakhir menempatkan model Ultra sebagai varian tertinggi dengan fokus pada kemampuan fotografi dan spesifikasi paling agresif.
Namun, Xiaomi 18 Ultra disebut tidak akan hadir. Sebagai gantinya, lini tersebut diperkirakan hanya terdiri dari Xiaomi 18, Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max.
Laporan lain menyebut Xiaomi 18 Pro Max bakal mengambil posisi sebagai perangkat paling tinggi dalam keluarga tersebut. Meski demikian, pembatalan ini belum dikonfirmasi Xiaomi secara resmi sehingga informasi tersebut masih sebatas rumor dan bocoran.
Salah satu dugaan alasan di balik perubahan strategi tersebut adalah meningkatnya harga komponen memori DRAM dan NAND.
Baca Juga: Vivo Y31T 5G Hadir dengan Snapdragon 4 Gen 2 dan Kamera 50 MP, Ini Spesifikasinya
Permintaan komponen memori yang meningkat akibat kebutuhan industri kecerdasan buatan disebut ikut memberikan tekanan terhadap biaya produksi smartphone.
Menurut laporan yang beredar, memaksakan spesifikasi kelas Ultra dengan RAM dan penyimpanan besar dapat membuat harga perangkat melonjak dan menekan margin produsen.
Kondisi tersebut menjadi semakin problematis bagi smartphone flagship yang sudah memiliki biaya produksi tinggi akibat penggunaan kamera, layar, chipset dan komponen premium lainnya.
Xiaomi 18 Pro Max Jadi Pengganti Ultra
Jika rumor tersebut terbukti, Xiaomi 18 Pro Max akan mengambil alih posisi yang selama ini ditempati varian Ultra. Model tersebut diperkirakan menjadi perangkat dengan spesifikasi paling tinggi dalam keluarga Xiaomi 18.
Namun, detail mengenai kamera, chipset, kapasitas RAM dan penyimpanannya masih belum dapat dipastikan. Ada pula laporan mengenai model Xiaomi Mix yang disebut akan menggunakan chip Xring-O3 buatan Xiaomi sendiri.
Model tersebut diperkirakan tetap berfokus pada pasar China.
Bukan hanya Xiaomi yang dikabarkan mengubah strategi. Oppo Find X10 Ultra disebut tetap akan meluncur, tetapi hanya untuk pasar China.
Baca Juga: Oppo Find X10 Diprediksi Rilis September 2026, Bawa Peningkatan Besar pada Layar
Hal tersebut berbeda dari pendahulunya, Find X9 Ultra, yang disebut telah dibawa ke pasar internasional pada generasi sebelumnya. Jika benar, konsumen di luar China kemungkinan kembali harus mengandalkan jalur impor apabila ingin memiliki model Ultra terbaru Oppo.
Padahal, seri Ultra Oppo selama ini menjadi salah satu smartphone Android yang menarik perhatian karena fokus pada kemampuan kamera.
Strategi serupa juga dikaitkan dengan Vivo X500 Ultra. Ponsel tersebut disebut akan tetap diluncurkan, tetapi kemungkinan hanya tersedia di China. Generasi sebelumnya, vivo X300 Ultra, disebut telah menjangkau pasar global.(*)
Editor : Budi Miank