PONTIANAK POST – Motorola bersiap memperluas pilihan smartphone bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan privasi.
Mulai 2027, sejumlah perangkat flagship Motorola akan mendapat dukungan resmi untuk menjalankan GrapheneOS, sistem operasi berbasis Android yang berfokus pada perlindungan data pengguna.
Langkah tersebut menjadi perkembangan penting bagi GrapheneOS yang selama ini lebih dikenal melalui dukungan resminya pada perangkat Google Pixel.
Baca Juga: Vivo X Fold6 Bawa Kamera 200 MP dan Baterai 7.000 mAh, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Kehadiran Motorola dapat memperluas ekosistem smartphone yang kompatibel dengan sistem operasi berorientasi privasi tersebut.
Dukungan GrapheneOS di perangkat Motorola akan dimulai dari lini flagship.
GrapheneOS Foundation menyebut perangkat pertama dijadwalkan tersedia pada 2027 dan akan menggunakan hardware kelas atas.
Menariknya, perangkat Motorola tersebut diproyeksikan membawa spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan Google Pixel, dengan harga yang juga diperkirakan lebih mahal.
Baca Juga: Sony Xperia 10 VIII Resmi Hadir di Pasar Global, Ini Harga dan Spesifikasinya
Langkah ini bukan sekadar memberikan opsi instalasi sistem operasi alternatif.
Motorola disebut ikut membantu proses porting GrapheneOS agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik pada perangkatnya.
GrapheneOS memiliki persyaratan keamanan hardware yang cukup ketat.
Salah satu alasan perangkat Motorola generasi terbaru belum langsung mendapatkan dukungan adalah sejumlah fitur keamanan hardware yang dinilai belum matang.
Generasi chipset Qualcomm berikutnya, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 5, diharapkan memenuhi kebutuhan tersebut.
Salah satu teknologi penting yang menjadi perhatian adalah Memory Tagging Extension (MTE) untuk membantu meningkatkan perlindungan terhadap sejumlah jenis kerentanan memori.
Baca Juga: iPhone 20 Dikabarkan Bawa Desain Baru, Apple Siapkan Teknologi Kaca Lebih Membulat
Karena itu, perangkat flagship Motorola 2027 menjadi kandidat awal yang paling memungkinkan untuk mendapatkan dukungan GrapheneOS.
Dukungan tersebut ternyata tidak berhenti pada smartphone konvensional.
GrapheneOS juga berencana menghadirkannya pada perangkat lipat Motorola.
Dua perangkat yang disebut dalam rencana tersebut adalah Motorola Razr Fold dan Motorola Razr Ultra.
Baca Juga: Xiaomi 18 Fold Resmi Meluncur September 2026, Bawa Desain Lebar dan Lebih Ringkas
Bahkan, Razr Ultra nantinya berpotensi menjadi ponsel flip pertama yang mendapatkan dukungan resmi GrapheneOS.
Sementara itu, perangkat Motorola kelas menengah dan bawah juga berpeluang mendapatkan dukungan serupa.
Namun, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama karena persyaratan keamanan hardware dan dukungan pembaruan perangkat lunak harus dipenuhi terlebih dahulu.
Bagi pengguna yang mengutamakan privasi, kehadiran Motorola sebagai mitra GrapheneOS berpotensi menjadi alternatif baru selain Google Pixel.
Apalagi, perangkat tersebut tetap akan menggunakan sistem operasi Motorola saat dipasarkan dan tidak otomatis dikirim dengan GrapheneOS terpasang. (*)
Editor : Budi Miank