Resmi Diperkenalkan di Pontianak, ASUS ExpertBook Ultra Ungguli Laptop Flagship Kompetitor!

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:17 WIB
ASUS ExpertBook Ultra diperkenalkan dan ditunjukkan kepada awak media saat Media Gathering ASUS ExpertBook Ultra di Novotel Pontianak, Kamis (3/9). (ISTIMEWA)
ASUS ExpertBook Ultra diperkenalkan dan ditunjukkan kepada awak media saat Media Gathering ASUS ExpertBook Ultra di Novotel Pontianak, Kamis (3/9). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship terbaru yang diklaim memiliki keunggulan dibanding sejumlah produk kompetitor di kelas premium. Klaim tersebut disampaikan dalam Media Gathering ASUS ExpertBook Ultra di Novotel Pontianak, Kamis (3/9).

ASUS membandingkan ExpertBook Ultra dengan empat laptop bisnis flagship, yakni Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, dan Apple MacBook Air M4 13 inci.

Dalam perbandingan tersebut, ASUS menyoroti lima kategori utama. Masing-masing mencakup kecerahan layar, touchpad, kapasitas dan daya tahan baterai, kemampuan grafis terintegrasi, serta fitur kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: ASUS Hadirkan Laptop Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Teknologi AI

Untuk layar, ExpertBook Ultra menggunakan panel Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits HDR. ASUS menyebut teknologi tersebut memberikan kenyamanan visual lebih baik ketika perangkat digunakan di luar ruangan dengan paparan cahaya matahari.

Pada bagian touchpad, laptop tersebut dibekali Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad berukuran 110 cm² dengan enam sensor gaya independen. Teknologi ini diklaim memberikan respons tekanan yang lebih merata dibandingkan touchpad dengan empat sensor maupun touchpad konvensional. Dari sisi daya, ExpertBook Ultra membawa baterai berkapasitas 70 Wh dengan masa aktif hingga 26 jam. Pengisian daya dapat mencapai 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.

Sementara untuk pengolah grafis, perangkat menggunakan GPU terintegrasi Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores. ASUS mengklaim performanya sekitar 35 persen lebih tinggi dibanding GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy.

ASUS juga menempatkan kemampuan AI sebagai salah satu keunggulan ExpertBook Ultra. Perangkat tersebut dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).

Baca Juga: ASUS ROG Luncurkan Zephyrus Duo di Indonesia, Laptop Gaming Dual-Screen OLED Pertama di Dunia

Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven mengatakan, ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan NPU untuk mendukung kebutuhan komputasi AI. “Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” kata Eric.

Menurut dia, sejumlah produk flagship kompetitor di pasar Indonesia masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Eric mengatakan, kemampuan tersebut dapat mendukung berbagai aktivitas multitasking yang umum dilakukan kalangan profesional dan eksekutif.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” ujarnya.

Kemampuan AI juga ditunjang fitur ASUS AI ExpertMeet. Fitur tersebut memungkinkan pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web dilakukan melalui NPU. ASUS turut menyediakan Zenni Claw yang dapat digunakan untuk menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan sejumlah tools dengan Anthropic, OpenAI, ataupun Google Gemini.

Dengan RAM hingga 64 GB LPDDR5x, ASUS menyebut perangkat tersebut juga dapat menjalankan sejumlah large language model (LLM) secara lokal tanpa koneksi internet, termasuk Gemma dengan 4 miliar parameter dan Qwen 3 dengan 18 miliar parameter.

Keunggulan lain yang ditonjolkan ASUS adalah layar Tandem OLED 14 inci dengan resolusi 3K atau 2.880 x 1.800 piksel dan refresh rate hingga 120 Hz. Eric mengatakan, layar dengan tingkat kecerahan puncak 1.400 nits tersebut ditujukan untuk mendukung mobilitas pengguna yang kerap bekerja di luar ruangan.

Baca Juga: ASUS Luncurkan ExpertBook Ultra, Melihat Ambisi Besar ASUS Menjawab Era AI

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” katanya.

Panel tersebut memiliki tingkat kecerahan SDR 600 nits, cakupan warna 100 persen DCI-P3, Delta-E kurang dari 1, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000. ASUS juga menyebut struktur Tandem OLED mampu meningkatkan kecerahan sekaligus mengurangi konsumsi daya dan risiko burn-in dibandingkan OLED konvensional.

Selain versi Tandem OLED, ExpertBook Ultra tersedia dengan pilihan panel POLED 14 inci beresolusi 3K dengan refresh rate 120 Hz. Versi tersebut memiliki bobot sekitar 0,99 kilogram, sedangkan versi Tandem OLED berbobot sekitar 1,09 kilogram.

Dari sisi konstruksi, ExpertBook Ultra menggunakan sasis magnesium-aluminium dengan ASUS Nano Ceramic Technology. Perangkat tersebut memiliki sertifikasi standar ketahanan militer MIL-STD-810H.
ASUS menyebut perangkat telah melewati 24 prosedur pengujian MIL-STD-810H serta 157 pengujian internal ASUS. Laptop tersebut juga diklaim mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram dalam pengujian tertentu.

Baca Juga: Laptop Gaming Asus Tianxuan 7 Pro Meluncur, Bawa Intel Core Ultra dan RTX 5070

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” ujar Eric.

Untuk keamanan, ExpertBook Ultra dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian dan sejumlah fitur keamanan perangkat keras, termasuk ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR, penutup kamera fisik, serta peringatan ketika terjadi gangguan pada sasis.

ASUS juga menyebut perangkat memenuhi standar NIST SP 800-193 untuk perlindungan firmware. Dari sisi spesifikasi utama, ExpertBook Ultra menggunakan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H, dengan pilihan X7-358H, U7-356H dan U5-325. Perangkat memiliki TDP hingga 50W melalui teknologi ASUS ExpertCool Pro.

Untuk penyimpanan, tersedia SSD M.2 PCIe Gen 5.0 x4 NVMe hingga 2 TB dengan opsi OPAL 2.0 SED. RAM tersedia hingga 64 GB LPDDR5x dengan kecepatan 9.600 MT/s. Laptop ini juga dilengkapi dua port Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1 TMDS dan jack audio 3,5 mm. Untuk konektivitas nirkabel, perangkat menggunakan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.

Sementara sektor audio mengandalkan enam speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Sistem pendingin ExpertCool Pro menggunakan kipas dengan bantalan dinamis fluida serta heatsink aluminium ultra-tipis.

Dengan dimensi 31,09 x 21,28 x 1,09 sentimeter, ExpertBook Ultra menyasar kalangan profesional dan perusahaan yang membutuhkan perangkat dengan mobilitas tinggi, kemampuan komputasi AI, serta fitur keamanan enterprise.(bar)

Editor : Miftahul Khair
ASUS ExpertBook Ultra laptop asus laptop flagship daya tahan baterai