PONTIANAK POST – Kehadiran chip Apple M6 membawa lebih dari sekadar peningkatan untuk lini komputer Mac.
Teknologi yang digunakan pada chip tersebut berpotensi menjadi petunjuk mengenai kemampuan A20 Pro yang akan menggerakkan iPhone 18 Pro.
Apple selama ini menerapkan pendekatan arsitektur yang memiliki kemiripan antara chip seri A untuk iPhone dan seri M untuk Mac.
Baca Juga: Resmi Meluncur 7 September, Xiaomi 18 Fold Hadir dalam Pilihan Warm Gold White dan Black
Karena itu, sejumlah teknologi pada M6 dapat memberikan gambaran mengenai arah pengembangan chipset iPhone generasi berikutnya.
Menariknya, siklus tahun ini berjalan sedikit berbeda. Apple memperkenalkan M6 terlebih dahulu, sementara A20 Pro diperkirakan baru debut bersama iPhone 18 Pro.
Urutan tersebut membuat M6 menjadi salah satu referensi untuk melihat kemungkinan teknologi yang akan hadir pada A20 Pro.
Jika melihat spesifikasi M6, sejumlah peningkatan pada A20 Pro mulai bisa dipetakan, termasuk proses fabrikasi 2 nanometer, kemampuan AI, grafis, hingga efisiensi daya.
Baca Juga: Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro Muncul di Sertifikasi 3C, Samsung Ungkap Dukungan Fast Charging 60W
M6 menjadi chip pertama Apple yang dibuat menggunakan proses 2nm TSMC. Teknologi ini memungkinkan kepadatan transistor lebih tinggi sehingga performa dapat ditingkatkan tanpa memperbesar ukuran chip secara signifikan.
A20 dan A20 Pro diperkirakan akan menggunakan proses fabrikasi yang sama.
Laporan sebelumnya bahkan memperkirakan A20 Pro mampu memberikan peningkatan performa hingga 18 persen sekaligus efisiensi daya hingga 30 persen dibandingkan A19 Pro.
Menariknya, penggunaan 2nm pada M6 membuat Apple tidak lagi bisa menjadikan A20 sebagai "chip 2nm pertama" mereka.
Salah satu perubahan terbesar pada M6 terdapat pada sektor kecerdasan buatan.
M6 menggunakan Dual 16-core Neural Engine, yang menurut Apple mampu memberikan hingga dua kali lipat kemampuan komputasi puncak dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga: iPhone Air 2 Dikabarkan Bawa Kamera Ganda, Tinggalkan Konfigurasi Satu Kamera Belakang
Teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada A20 Pro. Namun, keterbatasan ukuran chip dan suhu pada iPhone bisa membuat konfigurasi dua Neural Engine hanya tersedia pada model Pro.
Jika benar, iPhone 18 Pro bakal memiliki peningkatan kemampuan AI yang cukup signifikan, terutama untuk pemrosesan model AI secara langsung di perangkat.
M6 juga membawa sejumlah peningkatan pada GPU. Chip tersebut menggunakan GPU 12-core dengan Neural Accelerator di setiap inti, arsitektur shader baru, Dynamic Caching yang diperbarui, serta ray tracing berbasis hardware.
Apple juga meningkatkan kemampuan geometry hingga 50 persen.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Redmi 17 5G Hadir dalam Tiga Varian dengan Spesifikasi Berbeda
Namun, peningkatan AI pada GPU kemungkinan tidak akan sebesar lompatan A19 Pro.
A19 Pro sebelumnya mendapatkan peningkatan besar berkat Neural Accelerator generasi pertama.
Karena A20 Pro kemungkinan hanya membawa Neural Accelerator generasi kedua, peningkatannya diperkirakan lebih bersifat penyempurnaan.
Ada kabar kurang menggembirakan untuk pengguna yang berharap peningkatan besar pada pemrosesan AI.
M6 memiliki bandwidth memori hingga 170 GB/s, naik sekitar 10 persen dari 153,6 GB/s pada M5.
Angka tersebut mengindikasikan Apple kemungkinan masih menggunakan LPDDR5X berkecepatan lebih tinggi, bukan LPDDR6.
Baca Juga: TECNO POVA 8 Pro 5G Tonino Lamborghini Edition Tampil Agresif dengan Chipset Dimensity 7400
Jika A20 Pro mendapatkan peningkatan serupa, bandwidth memorinya diperkirakan berada di kisaran 85 GB/s, naik dari 76,8 GB/s pada A19 Pro.
Peningkatan performa AI di iPhone 18 Pro karena itu kemungkinan lebih banyak berasal dari efisiensi arsitektur dan teknologi Wafer-Level Multi-Chip Module (WMCM) daripada lonjakan bandwidth memori.
M6 juga memberikan petunjuk lain. Chip tersebut mendukung decoding AV1, tetapi belum menyediakan hardware untuk AV1 encode.
Karena fitur tersebut masih absen pada M6, kemungkinan A20 Pro juga tidak akan membawa dukungan AV1 encode.(*)
Editor : Budi Miank