Kemampuan Astra Diklaim Jauh Lampaui ChatGPT, Jensen Huang Sebut Era AGI Tiba

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 00:01 WIB
Jensen Huang
Jensen Huang

 

PONTIANAK POST – OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra, model kecerdasan buatan yang diklaim melampaui generasi teknologi sejak ChatGPT hingga o1. CEO Nvidia Jensen Huang bahkan menyebut peluncuran tersebut sebagai penanda hadirnya era kecerdasan umum buatan atau artificial general intelligence (AGI).

Astra diperkenalkan kepada publik pada Kamis (3/9). Model tersebut dirancang menangani pekerjaan profesional kompleks dengan kemampuan penalaran, pengoperasian komputer, penjelajahan web, rekayasa perangkat lunak, dan sains yang lebih kuat dibandingkan model OpenAI sebelumnya.

Dokumentasi resmi OpenAI menyebut Astra sebagai model paling cerdas yang pernah mereka buat. Namun, klaim bahwa model tersebut melampaui seluruh AI pesaing masih memerlukan data pembanding independen.

Lompatan Empat Tahun

Melalui akun resminya di media sosial X, Huang menyoroti cepatnya perkembangan teknologi OpenAI. Dalam empat tahun, kemampuan sistem tersebut berkembang dari ChatGPT menuju o1, kemudian GPT-6 Astra.

“Dari ChatGPT ke o1 hingga Astra dalam empat tahun. AGI telah hadir. Selamat kepada tim @OpenAI,” tulis Huang, dikutip Business Insider, Senin (7/9).

Huang juga mengumumkan dukungan infrastruktur komputasi dalam skala besar. Sebanyak 400 ribu unit pengolah grafis atau graphics processing unit (GPU) disebut segera dioperasikan untuk menopang perkembangan sistem AI terbaru.

“Sebanyak 400 ribu GPU akan segera beroperasi,” ujarnya.

Diklaim Mampu Mengungguli Manusia

Presiden OpenAI Greg Brockman menyebut peluncuran Astra sebagai tonggak baru pengembangan AI. Ia menilai sistem tersebut telah memenuhi kualifikasi AGI karena mampu mengungguli manusia dalam pekerjaan yang memiliki nilai ekonomi.

Meski demikian, status AGI belum dapat hanya ditentukan melalui pernyataan perusahaan atau produsen cip. Klaim tersebut memerlukan pengujian independen, termasuk terhadap akurasi, konsistensi, keamanan, dan kemampuan model dalam berbagai bidang.

Lampaui Model OpenAI Sebelumnya

OpenAI menyatakan Astra menghasilkan kinerja lebih kuat dalam sejumlah evaluasi dengan keluaran token yang lebih sedikit. Model itu ditujukan untuk menjalankan alur kerja bertahap melalui kode, peramban, dan perangkat lunak profesional.

Kemampuan tersebut menempatkan Astra di atas generasi model yang mendukung perkembangan ChatGPT sebelumnya. Namun, keunggulannya atas seluruh model AI dari perusahaan lain tetap perlu dilihat berdasarkan hasil pengujian yang setara.

Nvidia Siapkan 400 Ribu GPU

Nvidia menjadi penyedia infrastruktur utama di balik pengembangan Astra. OpenAI menyatakan proses pelatihan dan pengoperasian model tersebut bertumpu pada GPU Nvidia.

Kebutuhan komputasi berskala besar menunjukkan bahwa persaingan AI tidak hanya ditentukan kemampuan model. Ketersediaan cip, pusat data, energi, dan modal juga menjadi faktor penting.

Pada Agustus, Nvidia membukukan pendapatan kuartalan USD 96,2 miliar atau sekitar Rp1.697 triliun. Bisnis pusat data dan cip AI menyumbang USD 89 miliar atau sekitar Rp1.570 triliun.

Rencana pengoperasian 400 ribu GPU baru semakin memperkuat posisi Nvidia dalam industri AI global. Infrastruktur perusahaan itu menjadi tulang punggung bagi model yang diklaim membuka babak baru setelah era ChatGPT. (din/gas)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
OpenAI Astra kecerdasan umum buatan Jensen Huang GPU Nvidia model AI tercerdas