PONTIANAK POST - Motorola dikabarkan sedang menyiapkan smartphone lipat model buku dengan bentuk lebih lebar, mengikuti tren desain yang kini mengarah ke format “passport-style” seperti yang dikaitkan dengan iPhone Ultra.
Bocoran sketsa memperlihatkan perangkat misterius itu memiliki layar dalam yang lebih melebar ketika dibuka, kamera horizontal di bagian belakang, serta bodi yang disebut mengusung desain sangat tipis.
Yang paling mencuri perhatian bukan sekadar bentuk layarnya, melainkan posisi kamera.
Baca Juga: Samsung Galaxy A08 Bikin Heboh, Desain Masih Jadul tapi Baterai Dikabarkan Tembus 6.000mAh
Modul kamera dibuat memanjang secara horizontal dan ditempatkan di bagian atas tengah bodi belakang.
Desain tersebut diperkirakan dapat mengurangi masalah ponsel bergoyang ketika diletakkan di atas meja akibat tonjolan kamera yang tidak seimbang.
Bocoran terbaru menyebut Motorola sedang menggarap konsep “easy-open profile”, layar yang diklaim “creaseless”, kaca 3D, serta bodi ultra-tipis.
Namun, nama produk, ukuran layar, prosesor, kapasitas baterai, harga, dan jadwal peluncuran belum diketahui.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Bikin Kamera HP Naik Kelas, Fitur Profesionalnya Mulai Bikin Fotografer Melirik
Sketsa tersebut menunjukkan Motorola kemungkinan tidak ingin sekadar membuat versi lain dari Razr Fold.
Perusahaan tampaknya sedang menyiapkan perangkat dengan proporsi lebih pendek dan lebar, sehingga ketika dibuka tampilannya lebih menyerupai tablet mini dalam orientasi horizontal.
Konsep ini menjadi menarik karena pasar foldable premium sedang memasuki babak baru.
Samsung telah mendorong format lebar melalui Galaxy Z Fold8, sementara Xiaomi juga masuk dengan Xiaomi 18 Fold.
Apple sendiri diperkirakan akan memperkenalkan foldable pertamanya yang kerap disebut iPhone Ultra pada September 2026.
Bagian kamera menjadi salah satu elemen paling mudah dikenali dari sketsa. Terdapat tiga bukaan pada area kamera belakang, tetapi belum bisa dipastikan seluruhnya merupakan lensa.
Salah satu bukaan berukuran lebih kecil kemungkinan digunakan untuk lampu kilat atau sensor tambahan.
Baca Juga: Motorola Flagship Dukung GrapheneOS Mulai 2027, Bawa Fokus Besar pada Privasi
Kamera depan juga terlihat ditempatkan di dua bagian. Layar bagian dalam memiliki kamera punch-hole di pojok kanan atas ketika perangkat digunakan dalam posisi landscape, sedangkan layar luar memperlihatkan kamera depan di posisi tengah atas.
Motorola juga tampaknya ingin menyelesaikan persoalan ergonomi yang kerap luput dari perlombaan spesifikasi.
Istilah “easy-open profile” pada sketsa mengindikasikan sisi perangkat dibuat lebih berkontur agar jari lebih mudah menemukan celah untuk membuka ponsel dengan satu tangan.
Sementara itu, label “creaseless display” terdengar jauh lebih ambisius. Layar tanpa lipatan yang terlihat merupakan salah satu tantangan terbesar pada ponsel lipat.(*)
Editor : Budi Miank