PONTIANAK POST - Harga ponsel dan perangkat elektronik berpotensi kembali meningkat setelah Samsung dikabarkan tengah menegosiasikan kenaikan harga chip memori DRAM dan NAND hingga 7–10 persen.
Kenaikan tersebut disebut berkaitan dengan krisis pasokan memori yang berlangsung di tengah melonjaknya kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI).
Samsung sebagai salah satu pemasok memori terbesar dunia disebut memiliki posisi kuat untuk menaikkan harga komponen tersebut.
Baca Juga: Layar Canggih iPhone Duo Merambah Android, iQOO 16 Punya OLED Samsung M16 Terbaru
Laporan dari Korea Selatan menyebut Samsung sedang melakukan negosiasi ulang harga pasokan mobile DRAM dan NAND flash dengan Apple serta sejumlah produsen smartphone global lainnya.
Jika kesepakatan kenaikan terealisasi, biaya komponen yang harus ditanggung produsen ponsel akan semakin tinggi.
Kondisi itu berpotensi diteruskan ke konsumen melalui kenaikan harga perangkat.
Dampaknya juga tidak hanya berpotensi dirasakan pengguna iPhone atau ponsel Android dari merek lain.
Baca Juga: iPhone Duo Bikin Samsung Panas, Galaxy Z TriFold 2 Dikabarkan Bakal Meluncur Lebih Cepat
Perangkat Galaxy buatan Samsung sendiri disebut tidak otomatis terbebas dari kenaikan biaya memori.
Samsung memiliki divisi semikonduktor dan bisnis perangkat mobile yang berbeda.
Karena itu, perangkat Galaxy tetap menghadapi harga komponen berdasarkan kondisi pasar, termasuk ketika harga memori yang diproduksi Samsung sendiri mengalami kenaikan.
Krisis pasokan memori sendiri telah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga berbagai perangkat elektronik.
Kebutuhan besar dari industri AI membuat produsen chip mengalihkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pusat data dan sistem komputasi berperforma tinggi.
Tekanan biaya tersebut mulai terlihat pada sejumlah perangkat Samsung. Galaxy Z Flip 8, misalnya, diluncurkan dengan harga awal 1.199 dolar AS di Amerika Serikat untuk varian 256 GB, atau naik 100 dolar AS dibandingkan generasi sebelumnya. Varian 512 GB bahkan mengalami kenaikan 180 dolar AS.
Baca Juga: Galaxy S27 Ultra Batal Pakai Telefoto 4x 50 MP? Samsung Dikabarkan Pertahankan Kamera 5x
Kenaikan harga juga berpotensi meluas ke tablet, smartwatch, komputer, hingga perangkat elektronik lain yang menggunakan komponen memori.
Bagi konsumen, kondisi ini membuat harga perangkat baru semakin sulit diprediksi.
Belum ada kepastian kapan tekanan harga memori akan mereda, sementara permintaan dari industri AI masih terus meningkat.
Samsung kembali dikabarkan menegosiasikan kenaikan harga DRAM dan NAND, membuat tekanan terhadap harga perangkat elektronik diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat.(*)
Editor : Budi Miank