PONTIANAK POST — Honor bersiap memperkenalkan Magic 9 dan Magic 9 Pro Max di Tiongkok pada 28 September 2026. Menjelang peluncuran, bocoran spesifikasi Honor Magic 9 Pro Max mengungkap dua kamera belakang beresolusi 200 MP, baterai 8.800 mAh, dan prosesor Snapdragon generasi baru berbasis fabrikasi 2 nanometer.
Informasi tersebut dibagikan pembocor teknologi Digital Chat Station melalui Weibo dan kemudian dihimpun sejumlah media teknologi Tiongkok. Honor belum mengonfirmasi seluruh spesifikasi sehingga konfigurasi produk final masih dapat berubah.
Magic 9 Series akan mengandalkan kamera sebagai daya tarik utama. Model Pro Max sebelumnya diperlihatkan Honor dalam rangkaian Festival Film Venesia dengan desain kamera yang terinspirasi perangkat sinema ARRI.
Perbandingan Honor Magic 9 Series
| Komponen | Honor Magic 9 | Honor Magic 9 Pro Max |
|---|---|---|
| Layar | LTPS 6,37 inci | LTPO 6,8 inci |
| Resolusi | 2.664 × 1.236 piksel | 2.868 × 1.320 piksel |
| Refresh rate | 120 Hz | 120 Hz |
| Prosesor | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Snapdragon 8 Elite Gen 6 |
| Kamera utama | 200 MP, sensor 1/1,4 inci | 200 MP, sensor 1/1,28 inci |
| Kamera ultrawide | 50 MP | 50 MP |
| Kamera periskop | 200 MP, zoom optik 3,5x | 200 MP |
| Kamera depan | 55 MP, format persegi | 55 MP, format persegi |
| Baterai | 8.000 mAh | 8.800 mAh |
| Pengisian kabel | Pengisian kabel | |
| Pengisian nirkabel | 50W | 80W |
| Sidik jari | Ultrasonik 3D | Ultrasonik 3D |
| Pengenalan wajah 3D | Tidak disebutkan | Tersedia |
| Ketahanan | IP68, IP69, IP69K | IP68, IP69, IP69K |
| Tombol khusus | AI dan kamera | AI dan kamera |
Seluruh data dalam tabel berasal dari bocoran prapeluncuran. Honor baru akan memastikan spesifikasi, varian memori, harga, dan ketersediaan saat peluncuran resmi.
Pro Max Usung Dua Sensor 200 MP
Magic 9 Pro Max dirumorkan mengandalkan kamera utama 200 MP dengan sensor berukuran 1/1,28 inci. Kamera itu memiliki bukaan f/1.57 untuk menangkap lebih banyak cahaya.
Kamera kedua menggunakan lensa ultrawide 50 MP dengan bukaan f/2.0. Honor juga disebut memasang kamera telefoto periskop 200 MP dengan sensor 1/1,4 inci dan bukaan f/2.6.
Kombinasi kamera utama dan periskop beresolusi sama-sama 200 MP menjadi daya tarik terbesar model Pro Max. Sensor besar pada kamera telefoto berpotensi meningkatkan detail, kemampuan pembesaran, dan fotografi malam.
Namun, resolusi tinggi tidak otomatis menjamin kualitas foto lebih baik. Kinerja akhir tetap ditentukan kualitas lensa, stabilisasi optik, pengolahan warna, algoritma HDR, dan perangkat lunak kamera.
Magic 9 Juga Tak Kalah Tajam
Model standar menggunakan kamera utama 200 MP dengan sensor 1/1,4 inci dan bukaan f/1.9. Ukuran sensornya lebih kecil daripada kamera utama Pro Max.
Kamera tersebut ditemani lensa ultrawide 50 MP f/2.0. Kamera periskopnya juga menawarkan resolusi 200 MP dengan sensor 1/1,56 inci, bukaan f/2.6, dan pembesaran optik 3,5 kali.
Honor meninggalkan modul kamera berbentuk lingkaran pada generasi sebelumnya. Magic 9 Series menggunakan modul kamera horizontal berukuran besar yang menempati sebagian lebar bodi belakang.
Desain tersebut dikaitkan dengan kemitraan Honor dan produsen kamera sinema ARRI. Detail mengenai teknologi pencitraan yang dikembangkan bersama baru akan dijelaskan dalam peluncuran.
Kamera Selfie Berformat Persegi
Kedua ponsel dirumorkan menggunakan kamera depan 55 MP dengan bukaan f/2.0. Sensornya memakai format persegi 1:1.
Format tersebut memungkinkan kamera merekam bidang yang lebih fleksibel untuk foto vertikal maupun horizontal. Pengguna tidak harus memutar ponsel untuk menyesuaikan orientasi konten tertentu.
Bocoran menyebutnya sebagai kamera depan persegi 55 MP pertama pada perangkat Android. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen dan masih menunggu penjelasan resmi Honor.
Baterai Tembus 8.800 mAh
Magic 9 Pro Max disebut membawa baterai 8.800 mAh. Kapasitas tersebut jauh lebih besar daripada baterai sekitar 5.000 mAh yang selama ini lazim digunakan pada ponsel premium.
Pengisian melalui kabel mendukung daya 100W. Pengisian nirkabelnya dirumorkan mencapai 80W, meski angka ini belum didukung konfirmasi sertifikasi yang terbuka.
Magic 9 memiliki baterai 8.000 mAh dengan pengisian kabel 80W dan nirkabel 50W. Kapasitas besar dimungkinkan melalui pengembangan baterai berbasis silikon-karbon yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi.
Daya tahan sebenarnya belum dapat disimpulkan hanya dari kapasitas. Efisiensi prosesor, resolusi layar, penggunaan kamera, jaringan, temperatur, dan optimasi sistem operasi turut menentukan lama pemakaian.
Prosesor 2 Nanometer
Perbedaan utama kedua model terdapat pada prosesor. Honor Magic 9 diperkirakan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang lebih dahulu beredar.
Magic 9 Pro Max disebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Chip flagship baru Qualcomm itu dikabarkan dibuat menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer.
Proses lebih kecil secara teori memungkinkan transistor lebih rapat, performa meningkat, dan konsumsi daya lebih efisien. Namun, kemampuan akhirnya harus dinilai melalui pengujian performa, temperatur, dan daya tahan baterai.
Qualcomm belum meluncurkan chipset tersebut ketika bocoran beredar. Penamaan, konfigurasi inti, dan proses fabrikasi final masih harus menunggu pengumuman resmi produsen chip.
Layar Pro Max Lebih Adaptif
Magic 9 Pro Max menggunakan panel LTPO 6,8 inci dengan resolusi 2.868 × 1.320 piksel. Layar mendukung refresh rate hingga 120 Hz.
Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate berubah menyesuaikan konten. Saat menampilkan gambar statis, frekuensi dapat diturunkan untuk menghemat baterai.
Magic 9 tampil lebih ringkas dengan panel LTPS 6,37 inci. Resolusinya mencapai 2.664 × 1.236 piksel dengan refresh rate 120 Hz.
Kedua layar menggunakan bezel tipis dengan sudut membulat. Detail tingkat kecerahan, teknologi peredupan, perlindungan kaca, dan dukungan HDR belum disebutkan dalam bocoran.
Tombol AI dan Rana Kamera
Honor menyediakan dua tombol khusus pada sisi perangkat. Satu tombol digunakan untuk mengakses fungsi AI, sedangkan tombol lainnya berfungsi sebagai rana kamera.
Tombol kamera dapat membantu pengguna memotret tanpa menyentuh layar. Namun, fungsi geser, pengaturan zoom, dan tekanan bertingkat belum dikonfirmasi.
Fungsi tombol AI juga belum dijelaskan secara terperinci. Honor diperkirakan menggunakannya untuk membuka asisten, mengenali objek, menerjemahkan, atau menjalankan fitur berbasis kecerdasan buatan.
Keamanan Biometrik Berlapis
Kedua ponsel dibekali sensor sidik jari ultrasonik 3D di bawah layar. Teknologi tersebut membaca pola sidik jari menggunakan gelombang suara.
Magic 9 Pro Max mendapat lapisan keamanan tambahan berupa pengenalan wajah 3D. Sensor tersebut dapat memetakan kontur wajah dan umumnya lebih aman dibandingkan pengenalan berbasis kamera dua dimensi.
Pro Max juga dirumorkan memakai sepasang speaker berukuran 12 × 16 mm. Konfigurasi itu ditujukan untuk menghasilkan suara stereo yang lebih seimbang.
Tahan Air Bertekanan Tinggi
Magic 9 dan Magic 9 Pro Max disebut mengantongi sertifikasi IP68, IP69, dan IP69K. Ketiganya menunjukkan perlindungan terhadap debu serta air dalam kondisi berbeda.
IP68 berkaitan dengan ketahanan terhadap perendaman sesuai batas yang ditentukan produsen. IP69 dan IP69K berhubungan dengan semprotan air bertekanan serta bersuhu tinggi dalam kondisi pengujian laboratorium.
Sertifikasi bukan berarti ponsel kebal terhadap seluruh kerusakan air. Perlindungan dapat menurun akibat benturan, usia perangkat, atau perbaikan yang membuka segel bodi.
Meluncur 28 September
Honor telah menjadwalkan peluncuran Magic 9 Series di Beijing pada 28 September 2026. Perusahaan belum mengumumkan harga kedua perangkat.
Daftar awal di toko daring Tiongkok menunjukkan Magic 9 hadir dalam pilihan Popcorn Yellow, Olive Green, Morning White, dan Curtain Black. Pro Max ditawarkan dalam Moss Green, Silver, dan Shadow Black.
Magic 9 Pro Max diperkirakan memiliki pilihan memori hingga 16 GB dan penyimpanan 1 TB. Detail tersebut masih harus menunggu konfirmasi dalam peluncuran.
Belum ada jadwal pemasaran global maupun Indonesia. Jika mengikuti pola generasi sebelumnya, versi internasional berpotensi diperkenalkan beberapa bulan setelah debut di Tiongkok.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro