PONTIANAK POST – Spesifikasi awal smartphone yang diduga sebagai Vivo S2 FE mulai terungkap setelah perangkat tersebut muncul dalam database Geekbench.
Ponsel dengan nomor model V2640 itu terdeteksi sebelum Vivo memberikan pengumuman resmi mengenai perangkat tersebut.
Dalam pengujian Geekbench, perangkat mencatat skor 868 untuk single-core dan 2.887 pada multi-core.
Baca Juga: Vivo V80 Resmi Meluncur 6 Oktober, Bawa Kamera ZEISS dan Baterai Jumbo 7.200 mAh
Hasil tersebut menempatkannya pada kategori performa kelas menengah untuk penggunaan sehari-hari.
Sebagai gambaran, skor single-core menunjukkan kemampuan chipset dalam menjalankan satu tugas, seperti membuka aplikasi.
Sementara skor multi-core mengukur kemampuan menangani beberapa tugas secara bersamaan, termasuk multitasking atau menjalankan gim.
Chipset yang tercatat dalam bocoran ini adalah MediaTek MT6858, dengan konfigurasi empat inti berkecepatan 2,0GHz dan empat inti 2,5GHz, dipadukan dengan GPU Mali-G610 MC2.
Baca Juga: Vivo V80s Segera Hadir, Bawa Baterai 7.200 mAh yang Lebih Besar dari Pendahulunya
Kode internal tersebut diyakini merujuk pada chipset Dimensity 7300e, yang biasa digunakan MediaTek untuk ponsel 5G terjangkau dengan kemampuan gim yang layak.
Unit pengujian ini tercatat memakai RAM 6GB dan sistem operasi Android 16, meski kemungkinan tersedia varian RAM lain saat dirilis resmi.
Yang menarik perhatian Memeburn bukan hanya spesifikasi, melainkan penggunaan label "FE" atau Fan Edition pada nama ponsel ini.
Istilah tersebut sebelumnya identik dengan Samsung lewat seri Galaxy S FE, yang biasanya memangkas sejumlah fitur flagship untuk mendapatkan harga lebih terjangkau namun tetap mempertahankan pengalaman inti.
Langkah Vivo mengadopsi label serupa merupakan keputusan strategi merek, bukan sekadar soal teknis, dengan meminjam kesan "bernilai tinggi" yang sudah melekat di benak konsumen.
Bukti yang ditemukan Memeburn juga mengarah pada dugaan bahwa Vivo S2 FE sebenarnya adalah versi ganti nama dari Vivo V80 Lite 5G, ponsel yang sudah dipasarkan di sejumlah wilayah lain.
Baca Juga: Vivo X500 Pro Max Disiapkan untuk Menantang iPhone 18 Pro Max di Pasar Flagship
V80 Lite 5G dibekali layar AMOLED 6,84 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz, kamera belakang 50MP, kamera depan 32MP, baterai raksasa 10.000 mAh, serta pengisian cepat 44W.
Jika dugaan ini benar, baterai 10.000 mAh tersebut menjadi spesifikasi utama, sekitar 30-40 persen lebih besar dibanding kebanyakan ponsel kelas menengah di pasar Barat, sehingga daya tahan dua hari lebih menjadi klaim yang realistis, bukan sekadar strategi pemasaran.
Praktik mengganti nama satu perangkat untuk pasar berbeda memang lazim dilakukan produsen ponsel asal China, biasanya untuk menyesuaikan konvensi merek lokal atau kesepakatan dengan operator seluler setempat.
Kemunculan Vivo S2 FE ini sebagai upaya Vivo mengunci pasar pembeli yang mengutamakan baterai besar dan layar mulus tanpa harga setara flagship. (*)
Editor : Budi Miank