PONTIANAK POST - Saat ini, banyak orang menggunakan perangkat digital untuk kehidupan sehari-hari. Ada yang menggunakannya untuk berkirim pesan, memesan makanan secara online, hingga melakukan transaksi keuangan.
Di tengah masifnya penggunaan perangkat digital tersebut, kita juga dihadapkan dengan ragam pemberitaan tentang kebocoran data pribadi di Internet. Kasus kejahatan siber, mulai dari penjualan data pribadi di situs ilegal, pembobolan rekening bank hingga peretasan media sosial, kini menjadi ancaman bagi pengguna internet.
Fenomena tersebut dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari lemahnya sistem dan regulasi hingga kelalaian pengguna dalam menjaga keamanan data saat beraktivitas di internet. Lantas, bagaimana cara sederhana untuk menjaga keamanan data pribadi di ruang digital? Simak penjelasan di bawah ini.
Baca Juga: Jangan Abaikan Secure Folder! Fitur Samsung Knox Ini Bikin Data Pribadi Jauh Lebih Aman
1. Jangan Terlalu Banyak Membagikan Data Pribadi
Salah satu cara paling sederhana menjaga keamanan adalah membatasi informasi yang dibagikan di Internet. Informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir lengkap, dokumen identitas, atau detail lokasi tidak selalu perlu untuk ditampilkan ke publik.
Melansir dari badan keamanan siber Jepang melalui Internet Safety and Security Handbook, di dalamnya terdapat penekanan mengenai pentingnya memperhatikan informasi yang dibagikan melalui media sosial dan layanan internet.
Bahkan, unggahan yang terlihat sederhana dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai identitas seseorang jika digabungkan dengan informasi lain.
2. Jangan Sembarangan Mengklik Tautan
Pesan yang meminta pengguna segera mengklik tautan perlu diperiksa dengan hati-hati. Pelaku penipuan dapat menyamar sebagai perusahaan, layanan digital, teman, atau organisasi tertentu untuk memperoleh informasi pribadi.
Melansir dari Federal Trade Comission, dijelaskan bahwa pesan yang meminta informasi pribadi dapat digunakan untuk mencuri data melalui upaya penipuan seperti phishing.
Jika menerima pesan mencurigakan, jangan terburu-buru membuka tautan atau memasukkan informasi akun. Lebih aman membuka situs atau aplikasi resmi secara langsung daripada mengikuti tautan dari pesan yang tidak terduga.
3. Jangan Gunakan Aplikasi Penting Ketika Mengakses Wifi Publik
Wi-Fi publik dapat membantu ketika pengguna membutuhkan koneksi internet di tempat umum. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati ketika mengakses layanan yang membutuhkan informasi sensitif melalui jaringan yang tidak dikenal.
Gunakan koneksi yang terpercaya dan pastikan situs atau layanan yang digunakan menerapkan perlindungan keamanan yang sesuai.
Untuk aktivitas penting, seperti mengakses layanan keuangan, pengguna sebaiknya memastikan koneksi dan perangkat yang digunakan benar-benar dapat dipercaya.
4. Jangan Menganggap Data Pribadi sebagai Hal Sepele
Data pribadi tidak selalu berbentuk nomor identitas atau informasi perbankan. Informasi seperti nama, nomor telepon, alamat, foto, lokasi, akun digital, dan riwayat aktivitas juga dapat berkaitan dengan identitas seseorang.
Baca Juga: Presiden Prabowo Jawab Soal Data Pribadi WNI jadi Bahan Negosiasi Tarif Impor AS
Seperti dilansir dari panduan Pemerintah Vietnam mengenai perlindungan informasi pribadi juga menekankan bahwa individu memiliki tanggung jawab untuk melindungi informasi pribadinya ketika menggunakan layanan di dunia maya.
Artinya, menjaga privasi bukan hanya dilakukan ketika menghadapi ancaman. Perlindungan data sebaiknya menjadi kebiasaan sehari-hari setiap kali menggunakan internet.
Menjaga data pribadi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana saat menggunakan internet. Dengan lebih berhati-hati, risiko penyalahgunaan data dapat diminimalkan. (fhn/mgg)
Editor : Miftahul Khair