PONTIANAK POST- Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada sektor pencitraan ponsel flagship masa depan mereka melalui lini Galaxy S27 Ultra.
Perangkat kelas atas tersebut dilaporkan meninggalkan profil warna dingin (cool-toned) khas generasi sebelumnya demi menghasilkan tangkapan gambar yang jauh lebih hangat dan natural.
Perombakan menyeluruh ini mencakup pembaruan algoritma pemrosesan gambar internal serta peningkatan pada format Log milik Samsung dan codec Advanced Professional Video (APV).
Baca Juga: Kamera Huawei Mate 90 Series Terungkap, Gunakan Sensor SmartSens 50 MP dengan LOFIC 3.0
Kombinasi teknologi tersebut diklaim mampu memberikan fleksibilitas lebih luas bagi para kreator konten dalam melakukan penyesuaian detail pada bagian bayangan maupun area terang (highlights).
Selain pembaruan pada sektor warna, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga mempertahankan kapabilitas perekaman video kelas profesional.
Berdasarkan bocoran informasi industri, ponsel pintar ini tetap mendukung perekaman video beresolusi 4K pada 120 frame per detik serta 8K pada 30 frame per detik dengan fokus utama pada optimalisasi dynamic range.
Pembaruan pada profil Log dan codec APV dirancang khusus untuk memastikan detail halus tetap terjaga secara maksimal sekaligus menekan tingkat kompresi video.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Punya Fitur Portrait Video Canggih, Efek Bokeh Kini Mirip Kamera Profesional
Dari sisi konstruksi fisik, perubahan drastis juga diprediksi terjadi pada bagian tata letak modul optik belakang perangkat.
Berbeda dari tradisi pendahulunya yang mengandalkan empat lensa, Galaxy S27 Ultra santer dikabarkan bakal beralih menggunakan konfigurasi tiga kamera utama yang lebih ramping.
Konfigurasi anyar tersebut mencakup sensor utama beresolusi 200 megapiksel, lensa ultrawide 50 megapiksel, serta lensa telefoto periskop 50 megapiksel yang dilengkapi kemampuan zoom optik 5x.
Sementara itu, kebutuhan swafoto didukung oleh sensor depan beresolusi 16 megapiksel yang telah disematkan fitur autofokus.(*)
Editor : Budi Miank