PONTIANAK POST - Samsung Galaxy Watch 8 dan Galaxy Watch Ultra masih menjadi opsi menarik bagi pengguna yang ingin membeli smartwatch pendamping ponsel Galaxy maupun perangkat Android lainnya.
Meski keduanya kini berstatus satu generasi lebih lama usai digantikan Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2, perbedaan fitur antara Watch 8 dan penerusnya tidak terlalu signifikan, sementara Watch Ultra 2 menawarkan peningkatan besar dari sisi ketahanan.
Bagi calon pembeli yang telah mempersempit pilihan pada dua model generasi sebelumnya ini, biasanya karena tergiur harga diskon, penting untuk memahami perbedaan keduanya, sebab dirancang untuk kebutuhan pengguna yang sangat berbeda.
Baca Juga: Lima Smartwatch Android Terbaik 2026, dari Pixel Watch 5 hingga Garmin
Galaxy Watch Ultra hadir lebih besar dan tangguh dengan fitur unggulan, namun dibanderol harga lebih tinggi, sementara Galaxy Watch 8 menjadi opsi terbaik bagi kebanyakan pengguna.
Perbedaan Utama Kedua Model
Galaxy Watch Ultra dirancang sebagai varian ultra-tangguh yang ditujukan untuk aktivitas luar ruangan.
Desainnya yang lebih kokoh menggunakan material titanium dengan rating ketahanan air lebih tinggi, yakni 10ATM, dibandingkan 5ATM pada Watch 8.
Baca Juga: Pixel Watch 5 Punya Edisi Stephen Curry, Bawa Tali Woven Sporty dan Konektivitas LTE 45mm
Meski begitu, Samsung menegaskan tak satu pun dari kedua model ini yang cocok digunakan untuk menyelam atau aktivitas air berkecepatan tinggi.
Watch Ultra juga diklaim mampu menahan ketinggian ekstrem, menjadikannya andalan bagi pendaki gunung, meski bobotnya yang lebih besar membuatnya kurang ideal sebagai jam harian bagi semua orang.
Namun, perbedaan paling signifikan dari sisi praktis terletak pada daya tahan baterai.
Galaxy Watch Ultra dibekali baterai 590mAh yang diklaim bertahan hingga 48 jam dalam mode Exercise Power Saving, dan hingga 100 jam dalam mode Power Saving biasa.
Sementara itu, Galaxy Watch 8 hanya mengandalkan baterai lebih kecil, yakni 325mAh atau 435mAh tergantung ukuran, dengan daya tahan hingga 30 jam saat fitur always-on display aktif, dan hingga 40 jam tanpa fitur tersebut.
Ada pula varian Galaxy Watch 8 Classic yang menambahkan bezel putar dan baterai lebih besar, 445mAh, namun dengan klaim daya tahan yang sama.
Baca Juga: Huawei Dikabarkan Siapkan Ponsel Wide-Screen Baru, Meluncur Bersama Pura 100?
Sebagian Besar Spesifikasi Lain Serupa
Di luar perbedaan tersebut, secara operasional kedua smartwatch ini sebenarnya cukup mirip.
Keduanya menggunakan prosesor Exynos W1000 yang sama, meski Galaxy Watch 8 hanya memiliki separuh kapasitas penyimpanan Watch Ultra, yakni 32GB berbanding 64GB, penting diperhatikan bagi pengguna yang gemar mengunduh banyak aplikasi atau menyimpan musik dan peta offline.
Kedua model juga dibekali sensor yang sama, termasuk Samsung BioActive Sensor, serta terhubung dengan aplikasi Samsung Health untuk merekam data olahraga dan vital tubuh yang serupa.
Namun, Watch Ultra dilengkapi tombol Quick Button yang dapat disesuaikan, sirene darurat bawaan, serta mode night vision.
Baca Juga: Intip Spesifikasi Samsung Galaxy Watch 9, Smartwatch dengan Wear OS 7 Terbaru
Kedua perangkat turut mendukung pelacakan GPS akurat dengan sistem navigasi satelit global (GNSS) termasuk GLONASS, Galileo, dan Beidou, serta sama-sama dapat diperbarui ke Wear OS dan One UI terbaru, dengan keduanya kini telah mendukung versi beta One UI 9.
Pada akhirnya, pilihan kembali bergantung pada kebutuhan pengguna.
Bagi penikmat aktivitas luar ruangan atau pekerja lapangan yang membutuhkan perangkat ultra-tangguh, Galaxy Watch Ultra bisa menjadi pilihan lebih tepat meski harganya lebih mahal.
Sebaliknya, Galaxy Watch 8 dan Watch 8 Classic lebih cocok sebagai jam harian bagi kebanyakan pengguna, dengan konsekuensi harus mengisi daya kurang lebih setiap satu setengah hari sekali.(*)
Editor : Budi Miank