BRIN Kembangkan Teknologi VR untuk Latihan Tai Chi bagi Lansia, Kerja Sama dengan Malaysia

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 16:40 WIB
Webinar DESAIN #9 bertajuk “Pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai Media Imersif dan Interaktif” yang digelar BRIN beberapa waktu lalu. (BRIN)
Webinar DESAIN #9 bertajuk “Pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai Media Imersif dan Interaktif” yang digelar BRIN beberapa waktu lalu. (BRIN)

 

PONTIANAK POST — Pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) mulai dikembangkan di luar bidang hiburan. Salah satunya melalui penelitian yang mengkaji penggunaan VR dan mixed reality (MR) sebagai media latihan Tai Chi bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Penelitian tersebut dilakukan Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Yudhi Rezaldy, bersama Universitas Kebangsaan Malaysia.

Penelitian bertajuk “Immersive Tai Chi for Home-Based Exercise in Older Adults: Usability and Feasibility Study” tersebut mengkaji penggunaan teknologi imersif untuk mendukung aktivitas fisik lansia di rumah.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Teknologi Ubah Tandan Kosong Sawit jadi Bahan Bakar Boiler 100 Persen

VR Digunakan untuk Latihan Tai Chi

Yudhi menjelaskan, peserta penelitian diajak melakukan gerakan latihan melalui lingkungan virtual. Sistem tersebut juga dirancang agar peserta dapat berinteraksi dengan teknologi selama latihan.

“Melalui lingkungan virtual, peserta diajak melakukan gerakan latihan sekaligus berinteraksi dengan sistem yang dirancang untuk memberikan pengalaman latihan yang lebih menarik," katanya, dikutip dari BRIN, Selasa (29/9).

Penelitian ini juga melihat aspek kenyamanan, keterlibatan pengguna, serta performa peserta selama menggunakan teknologi VR.

Hasil penelitian menunjukkan teknologi VR memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai media latihan fisik yang memberikan pengalaman positif bagi pengguna.

Namun, penelitian tersebut juga menemukan tantangan terkait kenyamanan dan proses adaptasi pengguna terhadap teknologi.

Yudhi juga menunjukkan adanya hubungan antara ketepatan gerakan dengan pengalaman flow dan persepsi kompetensi pengguna.

“Eksekusi yang lebih presisi menarik pengguna ke fokus yang mendalam,” jelas Yudhi.

VR Perlu Didukung Tujuan Pembelajaran

Pemanfaatan VR juga dibahas Budianto dari NusaMeta melalui topik “VR Lab: Immersion is an Opportunity, not a Pedagogy. Technology Creates the Experience, Pedagogy Creates the Learning”.

Menurut Budianto, teknologi VR dapat memberikan pengalaman berbeda melalui lingkungan digital yang imersif.

Namun, pengalaman tersebut perlu dirancang dengan tujuan yang jelas agar VR dapat menjadi media visual yang mendukung proses pembelajaran secara optimal.

“Teknologi menciptakan pengalaman, sedangkan pedagogi menciptakan pembelajaran,” jelas Budianto.

VR Borobudur Padukan Budaya dan Interaksi

Dosen Desain Interaksi Program Studi DKV Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Yusup Sigit Martyastiadi, turut memaparkan pemanfaatan VR melalui topik “VR Borobudur Game: From Spiritual to Virtual”.

Ia menjelaskan pengembangan gim VR tersebut mengangkat Candi Borobudur dengan memadukan pengalaman visual, interaksi, musik, serta suasana spiritual ke dalam lingkungan virtual.

Pemanfaatan teknologi itu menunjukkan bagaimana unsur budaya dapat diterjemahkan menjadi pengalaman digital yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara lebih langsung dengan lingkungan virtual.

“Kekuatan musik mendorong saya ke suasana reflektif, namun tetap aktif berinteraksi dengan aset-aset gim VR Borobudur,” tutur Yusup.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Iradiasi dan Cold Plasma untuk Jaga Keamanan Pangan, Umur Simpan Jadi Lebih Panjang

Teknologi Imersif Berpotensi Hasilkan Data Baru

Kepala PRSDI BRIN Esa Prakasa mengatakan teknologi interaktif dan imersif memiliki peluang untuk diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran dan simulasi.

Menurutnya, penggunaan teknologi seperti VR juga dapat menghasilkan sumber data baru yang dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi dan mendukung proses pengambilan keputusan.

“Dengan keberadaan teknologi ini yang nantinya akan sangat membantu dalam menyajikan informasi itu secara lebih berkualitas dan imersif. Harapannya nanti akan bisa mendukung pengambilan keputusan,” ujar Esa.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : BRIN
VR untuk lansia teknologi virtual reality latihan Tai Chi lansia teknologi imersif BRIN