PONTIANAK POST - POCO M8x, ponsel segmen menengah bawah seharga Rp3,9 juta yang bersaing di segmen padat bersama iQOO Z11 Lite, Realme P4R, dan OnePlus N6x.
Daya tarik utamanya ada pada layar 6,9 inci, baterai jumbo 7.900 mAh, serta jaminan pembaruan sistem operasi hingga empat generasi.
Dari sisi desain, unit berwarna Leather Green tampil dengan panel belakang bertekstur kulit yang terasa premium untuk kelas harganya.
Baca Juga: Poco F9 Ultra Resmi Meluncur, Tawarkan Spesifikasi Kelas Atas dengan Harga Lebih Bersahabat
Namun, bobotnya mencapai 232 gram dengan ketebalan 8,8 mm, lebih berat dan lebih tebal dibanding iQOO Z11 Lite maupun Realme P4R.
Ponsel ini mengantongi sertifikasi tahan debu dan air IP64, serta perlindungan layar Corning Gorilla Glass 7i.
Layarnya berjenis IPS LCD beresolusi HD+ dengan refresh rate hingga 120Hz. 91mobiles menilai kecerahannya memadai, meski kontras dan warna gelap tidak sekaya panel AMOLED.
Kecerahan standar mencapai 675 nit dan bisa naik hingga 825 nit dalam mode High Brightness.
Baca Juga: Vivo X500 Meluncur dengan Kamera ZEISS dan Layar 144Hz, Harga Mulai Rp14,6 Juta
Performanya ditopang chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 5, menjadikan POCO M8x ponsel pertama di India yang memakainya.
Dalam pengujian AnTuTu, skornya mencapai 653.645, di atas Moto G37 Power dan iQOO Z11 Lite, tetapi di bawah Infinix Hot 70 Pro.
Ponsel ini tersedia dalam varian RAM 4GB dan 6GB, keduanya dengan penyimpanan 128GB.
Baterai menjadi keunggulan paling menonjol. Dalam pengujian PCMark, POCO M8x mencatat daya tahan lebih dari 22 jam dari kondisi baterai penuh hingga 20 persen.
Dengan pemakaian sebagai ponsel kedua, baterainya bahkan bertahan sekitar tujuh hari dalam satu kali pengisian.
Pengisian daya dari 20 ke 100 persen memakan waktu sekitar 70 menit dengan adaptor 33W.
Baca Juga: HONOR X9e Pro Ungkap Lima Keunggulan, dari Baterai 11.000mAh hingga Layar 10.000 Nits
Dari sisi kamera, ponsel ini mengusung kamera utama 50MP beraperture f/1.8.
Hasil jepretan siang hari dinilai natural dengan warna yang tidak berlebihan, tetapi performanya menurun signifikan pada kondisi minim cahaya karena tidak dilengkapi stabilisasi optik (OIS).
Ponsel ini berjalan dengan HyperOS 3 berbasis Android 16 dan dijanjikan pembaruan sistem operasi hingga empat tahun serta patch keamanan hingga enam tahun, salah satu yang terpanjang di kelasnya.(*)
Editor : Budi Miank